MHNEWS.id.- Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md. akan membebaskan seluruh utang atau kredit macet para petani dan nelayan kepada pemerintah yang totalnya mencapai Rp 687 miliar.

“Bila Ganjar-Mahfud terpilih, seluruh utang dan kredit macet para petani dan nelayan kepada pemerintah akan dibebaskan,” tegasnya saat kampanye di Kabupaten Simalungun, Sumut Minggu (28/1/2024).

Dalam kampanye akbar yang berlangsung di lapangan perumahan Meranti Land, Jalan Asahan KM 4, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu Mahfud menegaskan saat ini subsidi bagi petani yang tidak tepat sasaran.

Dengan mengenakan pakaian adat Simalungun, Mahfud sempat disambut warga dengan diiringi tarian adat Simalungun. Mahfud pun lalalu menyampaikan programnya kepada ribuan warga.

Mahfud mengatakan ada 21 program unggulan bersama Ganjar Pranowo untuk mensejahterakan rakyat. Namun yang paling prioritas yaitu yakni program Hak Asasi Manusia (HAM), kebebasan beribadah, dan lapangan pekerjaan.

Menurut Mahfud Md., kebutuhan masyarakat di Simalungun juga sama seperti daerah daerah lain di Indonesia, yakni tentang kebutuhan dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Paslon Ganjar-Mahfud akan menyediakan 17 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia juga menyampaikan di Kabupaten Simalungun juga terjadi berkurangnya lahan pertanian dan petani kesulitan memperoleh pupuk subsidi yang kian langka dan mahal.

Menurutnya, hal demikian terjadi di daerah lain di Indonesia. Menurutnya, hal itu disebabkan penyalahgunaan di tingkat birokrasi. Untuk itu, Mahfud Md. berjanji bila paslon 03 terpilih, akan membebaskan seluruh utang atau kredit macet para petani dan nelayan kepada pemerintah.

“Bila Ganjar-Mahfud terpilih, seluruh utang dan kredit macet para petani dan nelayan kepada pemerintah akan dibebaskan,” sebutnya.

Usai menyampaikan orasi, cawapres Mahfud Md. beserta dan pengurus partai pengusung yang hadir memberikan simulasi dalam pencoblosan guna pada tanggal 14 februari 2024.

Penulis: Wawan Idris