mhnews.id.- Indramayu masih dikenal dengan angka perceraian yang tinggi karena pernikahan terjadi pada usia yang belum matang. Karenanya, tak asing lagi julukan negatif pun masih melekat terkait janda muda asal Kota Mangga ini.
Untuk mengikis hal itu Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Indramayu bersama mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (Ika Darma Ayu) Bandung, Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung memberikan edukasi kepada para remaja di Desa Luwung Gesik, Kec. Krangkeng, Jumat (26/8) malam.
Melalui kegiatan seminar pranikah bertema “Membangun cinta yang sehat dalam bingkai iman yang kuat”, pemuda-pemudi setempat diberikan pengetahuan dan pemahaman sebagai bekal berkeluarga.
Ketua LKKNU Indramayu, Yahya, memandang perlu mengedukasi generasi muda sebelum menikah. Menurutnya, generasi muda harus diberikan pemahaman yang cukup tentang berkeluarga (nikah) agar sebutan negatif yang melekat pada Indramayu perlahan sirna. “Perceraian di usia muda dengan kegagalan nikah, ke depan sudah tidak ada lagi,” kata Yahya.
Sementara itu, Ketua Ika Darma Ayu Bandung,Tio Pramuji, menuturkan bahwa seminar pranikah itu diantaranya bertujuan agar para remaja tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal ini menjadi penyebab pernikahan dini. Dampaknya, kesiapan mental mereka rapuh hingga akhirnya bercerai muda. “Kita berupaya mencegah hal demikian,” ucap Tio.
Kegiatan positif itu pun disambut baik Pemerintah Desa Luwung Gesik. Mewakili kuwu, Sekretaris Desa, Udin Nurudin, berterima kasih kepada kedua lembaga tersebut yang menggelar seminar pranikah untuk memberikan pemahaman kepada generasi mudanya sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.
Kegiatan tersebut dinilai sangat berarti karena peduli terhadap masa depan generasi penerus desa. “Positif untuk bekal pemuda,” ucap Udin.
Seperti diketahui, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) XXVIII Ika Darma Ayu UIN Bandung. Turut hadir pada kegiatan tersebut, pihak Puskesmas Krangkeng, Karangtaruna setempat, anggota Ika Darma Ayu UIN Bandung, dan para pemuda setempat.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




