mhnews.id.- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disduk-P3A) Kabupaten Indramayu terus melakukan ikhtiar akselerasi atau percepatan penurunan angka stunting yang saat ini masih pada level 14 persen ke nol persen.
Ikhtiarnya dilakukan Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan pada Disduk-P3A dengan memberdayakan masyarakat dari Kampung Keluarga Berkualitas (KB) melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan di aula dinas setempat, Selasa (20/9).
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Pergerakan Disduk-P3A Kabupaten Indramayu, Soimalia Mahar, S.H. menjelaskan pada kegiatan tersebut peserta diberikan penyuluhan tentang menyajikan menu makanan olahan murah-meriah tapi bernilai gizi seimbang.
Menu makanan yang diolah dipersiapkan utamanya untuk para calon pengantin, ibu hamil, dan menyusui. “Dari mereka yang dilatih itu diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada kelompok masyarakat lainnnya,” jelasnya.
Diharapkan, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat menyajikan olahan makanan yang memenuhi gizi seimbang tanpa biaya mahal. Dengan demikian, angka stunting di Indramayu juga rontok menjadi nol persen. “Peserta sangat antusias, penuh semangat, Alhamdulillah,” ucapnya.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Disduk P3A, Hj. Rosidah itu diikuti peserta dari 17 kecamatan itu masing-masing diwakili oleh 1 Kampung KB yang terdiri dari 3 orang yaitu Ketua Kampung KB, TP PKK Desa, dan pembina desa atau PLKB.

Peserta pemberdayaan masyarakat cegah stunting antusias mengikuti kegiatan Dahsat. Foto: Rohman/mhnews.id
Hadir sebagai pembicara, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, Ana Tiara dan ahli gizi, Edila, S.Gz, M.Si. Pada kesempatan tersebut, Edila menuturkan 10 pedoman gizi seimbang.
Edila memaparkan, agar masyarakat membiasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok, membatasi mengonsumsi panganan manis, asin, dan berlemak. Edila juga menekankan agar masyarakat membiasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.
“10 pedoman gizi seimbang lebih relevan di kehidupan sekarang dan diharapkan masyarakat dapat melakukannya,” katanya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




