mhnews.id.- Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) agar segera mengangkat orang nomor satu di dua Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Dua Perumda di Kabupaten Indramayu yang sampai saat ini belum memiliki pemimpin dan dianggap dalam keadaan darurat yaitu Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) dan Perusahaan Daerah Bumi Wiralodra Indramayu (PD BWI).
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi menilai penyelamatan BPR KR dan PD BWI itu darurat. Menurutnya, mustahil perusahaan akan berjalan dengan benar tanpa pucuk pimpinan, kecuali akan semakin terpuruk.
“Rekomendasi rapat terakhir, untuk BPR, KPM agar segera mengangkat Plt (Pelaksana Tugas) Dirut. Sedangkan untuk BWI, tadi juga disampaikan saat rapat insya Allah dalam waktu dekat hitungan hari atau minggu akan ada direktur baru,” kata Imron kepada mhnews.id, Jumat (30/12/2022).
Dijelaskan Imron setelah rapat Komisi III dengan Staf Ahli Bidang Perekonomian, Kabag Perekonomian, perwakilan dari BPR KR, dan PD BWI di ruang Komisi III diharapkan kandidat yang lolos wawancara langsung ditetapkan Plt. Dirut.
“Pada Jumat kemarin ada proses wawancara. Mudah-mudahan setelah terpilih langsung ditetapkan. Karena, itu posisi urgent,” kata Imron.
Ia menjelaskan untuk kepemimpinan di BWI sedang dalam proses hampir selesai untuk menentukan dirut definitif baru. Sedangkan pada BPR KR, perlu segera mengangkat Plt dirut sebagai langkah cepat untuk penyelamatannya sebelum adanya dirut definitif.
“Kalau BPR mau ada dirut definitive, kan prosesnya panjang, harus open bidding dan sebagainya, maka langkah tercepat adalah mengangkat Plt.,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya strategis untuk BPR KR dan BWI supaya eksis kembali. “Kami masih percaya kalau ada upaya serius dan tindakan yang tepat, insya Allah (BPR KR dan BWI) masih terselamatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian Setda Indramayu, Suwenda mengaku perlu adanya perbaikan pada dua Perumda tersebut. Menurutnya, harus mengikuti ketentuan yang ada agar terwujud peningkatan pada BPR KR dan BWI.
“Semuanya sesuai dengan ketentuan, ya kira-kira BPR sehat, BWI sehat,” ucap Suwenda, singkat.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




