MHNEWS.id.- Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wiralodra Indramayu, Fitria Damayanti, S.E., M.M. menyarankan mahasiswa atau siapa pun agar tak berutang di pinjaman online (pinjol).
Saran tersebut sekaligus menyikapi maraknya pinjol, terlebih yang sedang ramai menimpa mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Fitria Damayanti mengungkapkan alasan untuk menghindari pinjol tersebut karena sarat dengan efek negatif. Apalagi jika sang peminjam itu buta tentang literasi keuangan.
“Kami tidak menginginkan siapapun, mahasiswa kami, itu meminjam ke pinjol. Karena banyak efek negatifnya,” kata perempuan yang akrab disapa Pipit ini di ruang kerjanya, Selasa (15/8/2023).
Ia menyebut efek negatif pinjol di antaranya tidak amannya data pribadi peminjam, risiko saat telat membayar, hingga tercorengnya nama baik. Jika peminjam merupakan seorang mahasiswa, bisa mencoreng nama baik fakultas, perguruan tinggi atau keluarga.
Namun, ia tak mengkhawatirkan mahasiswanya terseret dan terjerumus ke dalam pinjol. Pasalnya, tak diragukan lagi mahasiswanya telah melek literasi keuangan sehingga dapat terhindar dari petaka berutang secara dalam jaringan tersebut.
“Kami sudah memberikan literasi keuangan, sejak awal itu kan ada kegiatan pengenalan pembelajaran di kampus untuk mahasiswa baru itu sudah dikenalkan, termasuk salah satunya tentang literasi keuangan,” jelasnya.
Bahkan, pihaknya telah membekali untuk masa depan mahasiswanya melalui berbagai instrumen investasi. Dengan demikian, mereka terhindar dari utang dan tak tergiur oleh pinjol.
“Mereka bisa memilih asetnya harus disaving ke dalam bentuk apa kan banyak macamnya, ada berupa tabungan, emas, saham atau lainnya. Banyak aset bisa mereka pilih untuk mengembangkan kemampuan mereka di dunia usaha,” katanya.
Sementara bagi masyarakat atau mahasiswa di luar fakultas ekonomi, ia menyarankan mempelajari literasi keuangan secara otodidak melalui gawainya masing-masing.
Ia mengakui mahasiswa di fakultas lain tak seperti di Fakultas Ekonomi yang dipimpinnya dalam mengenyam literasi keuangan. “Tapi paling tidak mereka itu bisa belajar lewat online,” ucapnya.
Ia juga berpesan supaya tak tergoda iklan-iklan pinjol yang kerap muncul di telepon pintar. Diakui, bagi yang tak berduit akan lebih mudah tergaet pinjol mengingat aksesnya yang sangat mudah. “Tinggal klik foto KTP, selesai,” ujarnya.
Selain itu, tambahnya, supaya menjauhi lingkungan yang dapat menyeret ke dalam pinjol. Menurutnya, lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter seseorang, termasuk dalam berutang.
“Bagi yang sudah berutang di pinjol mudah-mudahan tidak melakukan lagi. Karena imbas negatifnya banyak,” tegasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




