MHNEWS.id.- Dalam berpolitik perbedaan itu lajim namun tidak harus diaktualisasikan dengan pertentangan apalagi sampai bermusuhan, saling membenci, dan menjatuhkan.
Hal ini dipahami betul dan sekaligus dipraktekan dua partai politik (parpol) besar di Kota Solo, Jawa Tengah. Kedua parpol tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDI-P) dan Partai Golongan Karya (Golkar).
Ya. PDIP dan Golkar Kota Solo menjalin hubungan ‘mesra’ dan bergandeng tangan dalam kegiatan konsolidasi poltik. Konsolidasi ini dilaksanakan di Girly Corner di Kelurahan Pucangsawit, Kelurahan Jebres, Kota Solo, Jateng, pada Rabu (31/5/2023), sekitar pukul 19.45 WIB.
Melansir kompas.com, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P, F.X. Hadi Rudyatmo dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Solo, Sekar Tandjung saling berkoordinasi dan bersilaturahmi yang diikuti sejumlah pengurus dari kedua partai.
“Ini bentuk silaturahmi atau membangun kebersamaan membangun Kota Solo dan nanti bisa menjalani komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dengan PDIP Perjuangan,” kata FX Rudy, di sela-sela pertemuan, Rabu (31/5/2023).
Sementara itu, Sekar Tandjung, anak dari Akbar Tandjung mengatakan, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang pertemuan antar dua pengurus partai, terutama kepengurusan dirinya yang baru terbentuk.
Harapannya ini juga menjadi momen silaturahmi, momen perkenalan. Kami dengan jajaran kepengurusan yang baru untuk memperkenalkan diri dan membuka tali silaturahmi, membuka jalur komunikasi dengan partai partai politik di Kota Solo,” kata Sekar Tandjung.
Konsolidasi politik ini terjadi atas izin dari kedua Ketua Umum Partai, yakni Megawati Soekarnoputri dan Airlangga Hartarto.
Penulis: Wawan Idris




