mhnews.id.- Harus selalu selangkah lebih di depan dan satu hati. Begitulah prinsip Kecamatan Kedokan Bunder dalam melakukan inovasi dan kreativitas kinerjanya untuk meraih hasil terbaik dan untuk memberikan nuansa berbeda dengan kecamatan lainnya.
Sudah banyak prestasi yang diraih Kec. Kedokan Bunder sebagai pembeda dengan kecamatan lainnya. Sebut saja desa digital yang diwakili Desa Cangkingan, KTP Digital, Kartu Identitas Anak, dan program lainnya yang berbasis teknologi informasi (IT).
Kini pada Indramayu Expo pun Kec. Kedokan Bunder selangkah di depan dan memberikan nuansa yang berbeda dengan kecamatan lainnya. Sebagai bukti, ketika pembukaan Indramayu Expo, Bupati Indramayu, Nina Agustina begitu terpesona dengan stand Kec. Kedokan Bunder ini.
Ya. Stand Kecamatan Kedokan Bunder yang bergabung di eks Kawedanaan Karangampel menyita perhatian Bupati Nina dan lainnya. Saat orang nomor satu di Indramayu ini berkunjung ke stand, ia terpesona dengan tiga produk unggulan yang dipamerkan.
Begitu masuk ke stand Kecamatan Kedokan Bunder, Bupati Nina langsung disambut Camat Atang Suwandi. Momen itu pun langsung dimanfaatkan Camat Atang untuk mengenalkan ‘Profesor Bakteri’ Waklan dari Desa Kedokanbunder Wetan.
Bupati Nina tentu saja tertarik, ingin tahu siapa Waklan sang ‘profesor bakteri’ itu. Dijelaskan Atang, Waklan adalah peneliti tentang bakteri. Ia juga saat ini terus mengembangakn beras organik untuk memenuhi kebutuhan pasar dan berbagai nutrisi cair untuk kebutuhan di Kementerian Pertanian RI.

Pelaku UMKM Kec. Kedokan Bunder memaparkan produknya kepada Bupati Nina Agustina. Foto: Daniswara/mhnews.id
Selain mengenalkan ‘Profesor Bakteri’ Waklan, Camat Kedokan Bunder juga mempromosikan ‘Mimide’ yang merupakan produk UMKM millenial dari Desa Jayalaksana yang memproduksi kue nastar dengan isi olahan mangga gincu dan cengkir.
Mimide ini merupakan UMKM yang sudah memiliki nomor PIRT, merek, dan tengah mengurus sertifikasi halal. Bahkan pemasarannya sudah mulai merambah mancanegara dengan memanfaatkan online shop dan jaringan pekerja migran Indonesia.
Satu lagi yang membuat Bupati Nina terpesona, yaitu minuman kesehatan Ipang Iping. Minuman segar dari Desa Cangkingan ini tengah mengalami lonjakan penjualan setelah gencar melakukan promosi di sosial media dan website yang difasilitasi oleh Pemdes Cangkingan.
Tersadar dari keterpesonannya itu, Bupati Nina mengatakan, potensi yang ada di Kecamatam Kedokan Bunder ini harus terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten pun siap mensupport berbagai peluang yang ada di tengah-tengah masyarakat.
“Melalui pameran Indramayu Expo ini kita ingin tau berbagai potensi dan peluang yang ada di berbagai kecamatan yang ada di Indramayu, dan ternyata luar biasa,” katanya, Senin malam (3/10/2022) di Sport Center Indramayu.
Penulis : Daniswara
Editor : Wawan Idris




