MHNEWS.id.- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan satu-satunya partai yang memenuhi syarat dapat mengajukan calon presiden (capres) sendiri pada pilpres tahun 2024.
Hal ini dibuktikan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI). Lembaga survei ini merilis tingkat elektabilitas PDIP mencapai 25,3 persen sedangkan syarat mengajukan capres 20 persen.
Hasil survei yang digelar pada 20-24 Juni 2023 terhadap 1.220 responden. Responden diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Dari survei ini PDIP unggul pada pisisi teratas. Sedangkan Gerindra dan Golkar menyusul di urutan kedua dan ketiga.

Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan capres Ganjar Pranowo sebeluk Rakernas PDIP. Foto: dok.Istimewa
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
“Peringkat pertama PDIP, disusul Gerindra, kemudian Golkar, PKB, Demokrat, dan seterusnya. Dari trennya, PDIP anteng di atas,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya secara virtual, Minggu (23/7/2023).
“Kemudian Gerindra mengalami tren peningkatan dari Desember 2022, ini konsisten dengan peningkatan elektabilitas Prabowo,” imbuh Burhanuddin.
Burhanuddin lalu menyinggung elektabilitas Golkar yang mengalami penurunan. Dia menyoroti elektabilitas Golkar menurun drastis bisa dipengaruhi oleh teknik pengambilan sampel.
“Di survei telepon kami, elektabilitas Golkar lebih rendah lagi, 6-7 persen. Tapi jangan lupa, survei telepon hanya mewakili yang punya HP. Kalau ini kan golden standard ya jadi mereka yang punya HP maupun tidak punya HP. Dan basis Golkar mungkin kelas menengah ke bawah, yang tidak punya HP,” kata dia.
“Tapi berdasarkan survei tatap muka sekalipun, elektabilitas Golkar menurun. Tidak lagi double digit, tapi sudah single digit,” sambungnya.
Berikut urutan elektabilitas partai menurut survei Indikator terbaru:
PDIP 25,3 persen
Gerindra 13,6 persen
Golkar 9,2 persen
PKB 7,0 persen
Demokrat 6,5 persen
PKS 5,2 persen
NasDem 5,0 persen
PAN 3,1 persen
Perindo 2,8 persen
PPP 2,8 persen
Partai Hanura 0,7 persen
Partai Garuda 0,3 persen
PBB 0,3 persen
Partai Ummat 0,2 persen
PSI 0,2 persen
PKN 0,2 persen
Partai Buruh 0,1 persen
Partai Gelora 0,0 persen
TT/TJ 17,4 persen.
Penulis: Wawan Idris




