mhnews.id.- Dengan alasan untuk kemajuan perekonomian yang tidak lagi mengandalkan minyak, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) melakukan repolusi besar-besaran dalam kerajaannya.
Tokoh Islam dunia bahkan mengatakan, repolusi MbS di Arab Saudi saat ini cenderung sangat ekstrim mengingat lebih mendekati pada pengabaian dan pengenyampingan syariat Islam. Padahal Arab Saudi adalah kiblat bagi uammat Islam dunia.
Sebagaimana cnnindonesia lansir, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MbS punya rencana gila membuat ‘surga dunia’ di Kota Neom. Di Neom, Saudi akan mengizinkan penjualan dan konsumsi minuman beralkohol wine, koktail, hingga sampanye di sebuah resor.
Neom merupakan bagian dari mega proyek Saudi di Pulau Sindalah dekat Laut Merah. Resor ini rencananya dibuka pada 2023 mendatang. Saudi bakal membuka bar, mengizinkan toko retail menjual wine secara terbuka di kawasan wisata itu, tulis Wall Street Journal.
Dikutip dari Middle East Monitor, dalam foto yang tertera pada dokumen rencana proyek Neom, menunjukkan seorang bartender menuangkan koktail di botol premium seperti vodka, wiski, dan anggur.
Dalam foto itu pula, tampak para tamu duduk di kursi sembari berbincang. Di meja terlihat botol alkohol dan beberapa potong kue di atas piring. Mei lalu, eks kepala pariwisata di Neom, Andrew McEvoy, mengatakan Neom punya undang-undang ekonomi khusus.
“UU akan sesuai dengan] ambisi mereka yang kami coba tarik untuk bekerja dan tinggal di sini,” ujar McEvoy. Ia lanjut bercerita, “Alkohol tak lepas disajikan di meja.”
Jika betul, Saudi akan menerapkan konsumsi dan penjualan alkohol, ini bakal menjadi terobosan baru pemerintah yang terkenal konservatif. Namun, sejumlah pihak juga khawatir rencana itu menandai perubahan budaya di Saudi.
Selama ini, Kerajaan melarang konsumsi maupun penjualan alkohol dalam bentuk apapun di seluruh negeri. Bagi siapa saja yang melanggar bisa dikenai hukuman berupa denda, penjara, dan cambuk.
Neom merupakan salah satu strategi pariwisata Saudi senilai US$1 triliun atau sekitar Rp14.968 triliun. Masyarakat dunia akan tertarik mengunjunginya dan menikmati ‘Surga” dunia yang disediakan Saudi Arabia.
Sejak Pangeran MbS didapuk Putra Mahkota, Kerajaan memperkenalkan Visi 2030. Untuk mencapai visi itu, Saudi getol mengembangkan sektor wisata untuk menambah pemasukan negara.
Penulis: Wawan Idris




