mhnews.id.- Program Pusat Pangan Alami (Puspa) yang dicanangkan Bupati Nina Agustina dengan tujuan menekan inflasi daerah, khususunya di Kabupaten Indramayu mendapat dukungan penuh Anggota DPR-RI, Ono Surono.
Menurut Ono Surono, S.T. yang juga sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Barat ini, Puspa merupakan program brilian yang digagas Bupati Nina perlu didukung semua pihak, baik unsur pemerintahan seperti kuwu, camat, masyarakat, dan semua stakeholder lainnya.
Program Puspa sendiri merupakan gerakan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong lainnya untuk ditanami sejumlah tanaman sayur-sayuran sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan sekaligus untuk menekan inflasi daerah.
“Kita mempunyai pekarangan rumah, lahan desa, dan kecamatan yang belum dimanfatakan dengan baik. Padahal lahan itu berpotensi menghasilkan sayuran, buah-buahan, dan ikan kalau dimanfaatkan secara maksimal,” tutur Ono Surono, Senin (23/1/2023) di Desa Sanca, Kec. Gantar.
Dalam konteks ini, tegas Ono Surono Bupati Nina sangat berilian. Karena dapat melihat potensi yang luar biasa besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan inflasi daerah melalui Program Puspa ini.
“Insya Allah Ibu Bupati Indramayu saya support betul, dukung 1000 persen untuk bisa mewujudkan Program Puspa sehingga benar-benar hadir di setiap desa yang ada di Kabupaten Indramayu,” tambahnya.
Masyarakat khususnya ibu-ibu, harap Ono agar benar-benar memanfaatkan lahan pekarangan dengan ditanami sayuran. Hasilnya tentu dapat memenuhi kebutuhan harian sehingga tidak harus membeli di pasar, apalagi ketika harga sedang tinggi.
“Sayuran yang dapat ditanam seperti cabai, tomat, kangkung, sawi, terong dan lain sebagainya. Hasilnya kan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tidak harus membeli ke pasar. Dengan cara ini ibu-ibu sudah berkontribusi mengendalikan inflasi daerah,” ujar Ono Surono.
Diungkapkan Ono, saat harga sayuran mahal selain menyulitkan masyarakat juga dapat memicu tinggi atau naiknya inflasi daerah. “Kalau harga-harga naik selain pemerintah yang disalahkan, masyarakat juga kesulitan,” tambahnhya.
Lahan pekarangan yang ‘tudur’ juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Hal ini sejalan dengan program masyarakat gemar makan ikan guna mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi.
“Para kepala desa seharusnya dapat menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, baik untuk tananam sayuran maupun budidaya ikan tawar melalui sistem bioflok. Ini juga perlu didorong agar benar-benar dilaksanakan di Indramayu,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPR RI ini meyakini jika gerakan pemanfaatan lahan pekarangan benar-benar dilaksanakan dengan maksimal dapat menguatkan ketahanan pangan. Apa lagi hasilnya bisa diberikan secara gratis kepada masyarakat.
“Kalau bisa hasil dari Puspa ini dibagikan gratis kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya,” ujarnya.
Penulis : Toyib
Editor : Wawan Idris




