MHNEWS.ID.- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengevaluasi APBD Kabupaten Indramayu 2026 khususnya anggaran revitalisasi sport center senilai Rp 200 miliar.
Hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu memutuskan ‘mencoret’ anggaran revitalisasi sport center tersebut yang sebelumnya telah disepakati DPRD Indramayu itu.
Karena tak mendapat persetujuan, rencana revitalisasi sport center pun dibatalkan. Ada pun anggaran Rp 200 miliar akan dialihkan untuk proyek perbaikan infrastruktur lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, membenarkan pembatalan rencana revitalisasi tersebut karena anggarannya akan dialihkan.
“Pak Gubernur dengan teman-teman di provinsi pastinya punya persepsi lain karena sekarang itu kan ada efisiensi. Ini bukan hanya Indramayu saja, tapi nasional,” ujar Ahmad Syazali sebagaimana dilansir Kompas.com.
“Akhirnya, revitalisasi itu diarahkan ke program strategis yang sifatnya mendasar atau yang dibutuhkan secara langsung masyarakat,” sambungnya, Selasa (13/1/2026).
Syazali menjelaskan, sebelumnya Pemkab Indramayu memang berencana merevitalisasi Sport Center untuk menata kawasan agar lebih rapi dan tidak terkesan kumuh.
Apalagi, Sport Center ini menjadi pusat kegiatan olahraga yang tersedia banyak fasilitas, mulai dari gedung olahraga untuk bulu tangkis dan basket, lapangan voli pantai, hingga lapangan sepak bola, dan lain sebagainya.
Selain itu, revitalisasi sport center dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) tingkat Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Indramayu, sebagai tuan rumah.
Sport center dapat digunakan untuk pertandingan beberapa cabang olahraga pada event tersebut. Namun saat ini kondisinya mengalami kerusakan sehingga perlu berbaikan.
Karena anggarannya dicoret maka revitalisasi pun tidak bisa dilakukan. Dampaknya kondisi sport center yang kumuh dan mengalami kerusakan pun tidak bisa diperbaiki.
Penulis: Wawan Idris




