MHNEWS.id.- Media sosial Twitter atau X menjadi tolok ukur respon netizen, baik positif maupun negatif terhadap pelaksanaan debat keempat calon wakil presiden, Minggu malam (21/1/2024).

Dari analisis Drone Emprit Gibran mencatatkan sentimen negatif paling tinggi yakni 60 persen. Sementara, sentimen positif terhadap putra sulung Presiden Joko Widodo itu hanya 33 persen.

Berbanding terbalik dengan putra sulung Joko Widodo, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan cawapres nomor urut 3, Mahfud Md., mendapat sentimen positif paling besar.

Hal ini sesuai dengan hasil analisis Drone Emprit terhadap kicauan warganet di Twitter ketika debat berlangsung, Minggu (22/1/2024) pukul 19.00-22.00 WIB.

“Ini menunjukkan adanya sentimen yang kurang menguntungkan atau permasalahan yang mungkin sedang dihadapi Gibran di media sosial selama jangka waktu yang ditentukan,” tulis pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, di akun Twitter/X miliknya, @ismailfahmi, Minggu (22/1/2024) sebagaimana dilansir Kompas.com.

Dijelaskan, jika Gibran mendapatkan sentimen negatif tertinggi maka Muhaimin Iskandar juatru mendulang sentimen positif paling banyak, mencapai 80 persen. Sementara, sentimen negatifnya hanya 6 persen.

Demikian juga dengan Mahfud Md., yang mendapatkan sentimen positif tak terpaut jauh dari Cak Imin. Mahfud mendapatkan sentimen positif mencapai 79 persen. Sedangkan sentimen negatifnya sebesar 12 persen.

Selama debat keempat pilpres, nama Muhaimin dan Gibran paling banyak disebut di Twitter. Sedangkan Mahfud paling sedikit disebut.

“Meskipun Muhamin Iskandar dan Gibran Rakabuming memiliki volume percakapan yang hampir sama, sentimen mereka berbeda secara signifikan, dengan Muhamin mendapatkan pandangan yang sangat positif dan Gibran mendapatkan pandangan yang mayoritas negatif,” tulis Ismail.

“Sementara itu, Mahfud MD, meskipun memiliki volume percakapan yang lebih rendah, memiliki pandangan yang mayoritas positif yang menunjukkan kualitas daripada kuantitas dalam hal sentimen online,” imbuhnya.

“Ini menunjukkan pentingnya tidak hanya jumlah penyebutan tetapi juga kualitas percakapan yang terjadi di media sosial,” lanjutnya Ismail.

Hasil analisis Drone Emprit memperlihatkan bahwa sosok Muhaimin dianggap menonjol dalam debat keempat karena mampu menyampaikan visi-misi secara efektif dan komprehensif. Imin juga dinilai mampu menghindari jebakan dan melempar humor dengan tepat.

Sementara, Gibran dikritik karena dianggap tidak memiliki adab dan menggunakan gaya yang konyol saat debat. Gibran juga dinilai mengejek Mahfud dan menyinggung Wakil Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies-Muhaimin, Thomas Lembong.

“Beberapa pengguna media sosial merasa bahwa Gibran tidak layak menjadi perwakilan anak muda. Prof Mahfud tetap sabar meskipun Gibran mencoba untuk menjadi savage,” tulis Ismail.

Adapun oleh warganet Twitter, Mahfud dianggap sebagai sosok yang arif, bijaksana, dan cerdas dalam menyampaikan pendapatnya. Secara umum, Mahfud diapresiasi atas penampilannya dalam debat dan dinilai punya pengetahuan baik dalam berbagai isu yang dibahas.

Penulis: Wawan Idris