MHNEWS.id.- Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro mengapresiasi PT Polytama Propindo yang konsisten melakukan pengendalian iklim dan lingkungan.

Pujian itu disampaikan Sigit dalam Talkshow bertema “Sinergi dalam Pengendalian Iklim dan Lingkungan” yang diikuti peserta puluhan mahasiswa ITPB dan dinas-dinas terkait.

Dalam Talkshow itu hadir narasumber Direktur PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro, dan Plt. Sekda Kabupaten Indramayu, Aep Surahman.

Pada kesempatan tersebut, Sigit Reliantoro  mengapresiasi PT Polytama Propindo yang konsisten dalam menggerakan lapisan masyarakat untuk mencintai lingkungan melalui program CSR-nya.

“Mulai dari Taman Keanekaragaman Hayati hingga Ekoriparian Tjimanoek ini awalnya hanya merupakan ide-ide atau gagasan,” tuturnya.

“Namun Polytama mengambil langkah untuk mengimplementasikan ide-ide tersebut hingga sekarang dapat terwujud bahkan dijadikan percontohan bagi daerah-daerah lain di Tanah Air,” imbuhnya.

Kini keberadaan Taman Tjimanoek sudah menjadi lebih lengkap dengan beberapa fasilitas yang telah diresmikan, diantaranya penggunaan Biodigester.

Polytama yang merupakan anak perusahaan dari Tuban Petro dan menjadi bagian dari Pertamina Group, berkomitmen akan memberikan kontribusi terbaik untuk kelestarian dan keberlanjutan lingkungan dengan membuat program-program inovasi, khususnya di Indramayu.

Dengan keberadaan Ekoriparian Tjimanoek lama, KLHK sendiri menjadi salah satu yang menyaksikan komitmen Polytama untuk lingkungan.

Berawal dari tahun 2021 dimana Menteri KLHK RI, Siti Nurbaya Bakar, yang tertarik dengan program Taman Kehati binaan Polytama dan menghadiri langsung penyematan Rekor MURI untuk Taman Kehati sebagai Replika Ekosistem Rawa Gelam Pertama di Pulau Jawa.

“Dulu diketahui bahwa sungai diasumsikan merupakan tempat pembuangan sampah. Untuk merubah itu salah satunya adalah menjadi halaman depan,” ujarnya Sigit.

“Setelah perubahan asumsi tersebut kini menjadi ekoriparian, lalu diimplementasikan dengan bagus oleh Polytama dan Pemkab Indramayu,” kata Sigit Reliantoro.

Di Kawasan Kuliner Tjimanoek saat ini telah diimplementasikan penggunaan Biodigester. Setidaknya  6 pedagang dari total sejumlah 87 pedagang telah menggunakan inovasi biodigester ini. Mereka sebelumnya diberikan pelatihan.

Kini Ekoriparian Taman Tjimanoek dan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) binaan Polytama jadi taman kota kebanggaan masyarakat bahkan landmarks di Indramayu. Bantaran Sungai Cimanuk yang sudah dikelola kini menjadi magnet bagi masyarakat untuk berekreasi.

#plastikppbaik jika dikelola secara bertanggungjawab

Bergerak di industri petrokimia sebagai penghasil resin PP,  Polytama terus mengkampanyekan mengenai #plastikppbaik. Plastik jenis PP yang diproduksi oleh Polytama sendiri merupakan jenis plastik yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai kemasan makanan.

Berkat keistimewaan karakteristiknya yang memungkinkan produk dengan jenis plastik polipropilena dapat digunakan berkali-kali dan tidak mengandung ikatan kimia yang beracun. Polytama memperkenalkan kepada masyarakat bahwa #plastikPPbaik jika dikelola secara bertanggungjawab.

Dwinanto Kurniawan selaku Strategy & Planning Director Polytama menyampaikan terima kasih kepada lapisan masyarakat yang telah menghadiri rangkaian kegiatan hari ini.

“Ini menunjukkan bahwa kita sama-sama memiliki sinergi dalam kepedulian terhadap lingkungan kita. Ini juga menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha serta pemerintah merupakan satu hal yang sangat mungkin kita wujudkan bersama,’’ katanya.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris