mhnews.id.- Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui Kantor Pos masing-masing daerah.
Di Indramayu tercatat sebanyak 250.944 KPM yang berhak memperoleh BLT BBM tersebut.
Ketua Satgas BLT BBM Kabupaten Indramayu, Aris Ristiadi mengatakan, penyaluran dana tersebut dilakukan sejak Rabu (7/9) dan ditargetkan rampung pada pekan depan.
‘’Saat ini yang sudah tersalurkan ada sekitar 40.000 KPM,’’ kata Aris kepada mhnews.id saat dikonfirmasi, Selasa (13/9).
Aris mengatakan, BLT BBM dikucurkan pemerintah untuk empat bulan, yakni September sampai dengan bulan Desember 2022.
Penyaluran dibagi menjadi dua tahap. Setiap KPM menerima BLT BBM sebesar Rp 150.000,00 setiap bulan atau Rp 300.000,00 untuk setiap tahap penyalurannya.
Untuk tahap pertama, September-Oktober penyaluran BLT BBM dilakukan pada September ini. Sedangkan tahap dua Oktober-Desember hingga kini belum ditentukan kepastian waktunya.
Pada September ini, lanjut Aris selain BLT BBM, setiap KPM juga menerima BPNT (bantuan pangan non tunai) sebesar Rp 200.000,00. Jadi total uang yang diterima setiap KPM Rp 500 .000,00.
‘’Penyaluran BLT ini tidak ada potongan satu rupiah pun. Setiap KPM menerima utuh uang Rp 500.000,00,’’ tegas Aris.
Biasanya, BPNT diberikan dalam bentuk sembako, terutama beras dan telur. Namun kali ini, bantuan yang dikenal dengan istilah rasdog (beras, endog/telur) itu diberikan dalam bentuk uang tunai.
Aris menambahkan, untuk penyaluran BLT BBM, pihaknya menerapkan tiga cara. Pertama, membagikannya di Kantor Pos. Agar lancar Kantor Pos membuat jadwal sehingga tidak terjadi antrian yang terlalu panjang.
‘’Tapi, ya ada saja warga yang pagi-pagi sudah datang, padahal jadwalnya siang,’’ tukas Aris.

Bagi KPM yang sakit untuk menjamin penyaluran dana BLT BBM sampai kepada yang berhak, petugas Kantor Pos menyerahkan langsung di rumah masing-masing. Foto: Iir Sairoh/mhnews.id
Cara kedua, yakni dengan door to door. Melalui cara tersebut, petugas Kantor Pos yang datang ke rumah-rumah warga yang sudah lansia, sakit, ataupun difabel.
‘’Kami sudah sampaikan ke desa, bagi KPM yang jompo, sakit, atau difabel, tidak kami perkenankan datang ke Kantor Pos. Kamilah yang akan mengantarkannya ke rumah KPM,’’ paparnya.
Sedangkan cara penyaluran yang ketiga, dilakukan melalui komunitas. Seperti misalnya, di balai desa atau tempat lainnya.
Diberlakukannya beberapa mekanisme penyaluran BLT BBM itu dimaksudkan untuk keamanan masyarakat dan menghindari terjadinya kerumunan di Kantor Pos seperti pada saat Covid-19 tahun lalu.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




