PERNAHKAH Rosululloh Muhammad Sholallohu alaihi wassalam menghadapi musibah dan kesulitan? Dada terasa sempit karena begitu rumit dan sesaknya himpitan masalah. Perasaannya sangat khawatir, putus asa, atau kecewa sebagaimana sering dirasakan manusia kebanyakan?
Pengikut setia Rosululloh mungkin ada yang beranggapan jika Rosululloh Muhammad Sholallohu alaihi wassalam yang menjadi kekasih agung Alloh Azza wa Jalla tidak pernah mengalami musibah dan kesulitan. Luput dari permasalahan, perasaan putus asa, dan kekecewaan.
Padahal musibah, kesulitan, kesempitan, masalah, perasaan putus asa, dan kecewa kerap menimpa Beliau. Bahkan tingkatannya jauh di atas rata-rata musibah, kesulitan, kesempitan, masalah, perasaan putus asa, dan kekecewaan yang menimpa kebanyakan kita, umatnya.
Lalu apa yang dilakukan Rosululloh Muhammad Sholallohu alaihi wassalam saat mendapat musibah, kesulitan, kesempitan, masalah, perasaan putus asa, dan kekecewaan? Dalam hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari maupun Muslim, sholat dan berdoa kepada Alloh Azza wa Jalla adalah solusinya.
Rosululloh Muhammad Sholallohu alaihi wassalam saat mendapatkan musibah dan kesulitan yang sangat menghimpitnya, Beliau selalu mendatangi Allah Azza wa Jalla dengan sholat dan berdoa.
Sholatlah! Karena pada saat itulah kita sedang berhadap-hadapan dengan Alloh Azza wa jalla, berbicara, mengadu, memohon, merintih, dan berpasrah diri kepada-Nya. Coba hayati setiap bacaan sholat dari mulai takbir sampai salam, sungguh itu adalah komunikasi terbaik hamba dengan Rabb-Nya yang diajarkan dan dicontohkan Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wassalam.
Sholat adalah media yang sempurna untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya denggan Alloh Ta’alla, menghambakan, merendahkan, bahkan menghinakan diri di hadapan-Nya. Hayati saat rukuk apalagi sujud, ada di manakah posisi kita? Sholatlah dan jangan pernah tinggalkan walau hanya satu waktu.
Selain sholatlah, ketika Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wassalam dalam kesulitan dan masalah yang luar biasa, Beliau selalu berdoa:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
La Ilaha Illallahul ‘Azhimul Halim, La Ilaha Illallahu Rabbul ‘Arsyil ‘Azhim, La Ilaha Illallahu Rabbus Samawati wa Rabbul’ Ardhi wa Rabbul ‘Arsyil Karim.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Lemah-Lembut, Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Tuhan Pemilik Arsy yang agung, Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Tuhan pemilik langit dan bumi, dan pemilik Arsy yang mulia.” (H.R. Bukhari: 7/154). Semoga bermanfaat.
Penulis: Wawan Idris




