mhnews.id.- Deklarasi pencapresan Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan sampai saat ini belum juga dilakukan. Partai Nasdem selaku pengusung utamanya pun seperti antiklimaks.
Setelah gagal deklarasi atas usulan Nasdem pada 10 November 2022 lalu, pencapresan Anis Baswedan sampai saat ini belum juga final. Hal ini terganjal penentuan pigur yang akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Pilpres 2024 mendatang.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Partai Demokrat (PD) yang sama-sama menginginkan kadernya jadi cawapres diduga menjadi penyebab selalu gagalnya deklarasi pencapresan Anis.
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan pihaknya memilih menunggu ajakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat untuk deklarasi bersama Koalisi Perubahan.
Melansir Kompas.com, menurut Willy, Nasdem sudah pernah mengusulkan deklarasi dilakukan 10 November 2022. Maka, saat ini giliran bakal mitra koalisinya yang memberikan usulan.
“Kami justru yang ingin menunggu tawaran dari teman-teman yang lain. Ya masa Nasdem terus yang kebelet?” tutur Willy dihubungi wartawan, Selasa (17/1/2023).
Ia menuturkan Nasdem tak ingin nampak dominan dalam proses penjajakan koalisi. Sebab, kesepakatannya, Koalisi Perubahan menjunjung prinsip kesetaraan antar ketiga partai politik (parpol).
“Saya bilang tadi, equal partnership, kita bareng-bareng. Oke kawan-kawan maunya kapan silakan rembuk di internalnya,” kata dia. “Kami posisinya stand by saja. Jadi Nasdem dalam posisi on call,” ungkapnya.
Terakhir, ia menyinggung pesan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang meminta proses penjajakan koalisi tak dilakukan dengan saling memaksa satu sama lain. Surya meminta agar penentuan figur calon wakil presiden (cawapres) dikembalikan kepada Anies.
“Pak Surya ini pesan, jadi ya kita kan sudah serahkan (urusan cawapres) kepada Mas Anies. Mas Anies nanti yang akan menentukan,” imbuh dia.
Diketahui, Koalisi Perubahan tak kunjung terbentuk hingga saat ini. Meskipun ketiga parpol terus mengklaim melakukan komunikasi yang intensif. Salah satu ganjalannya soal belum sepakatnya Demokrat, Nasdem, PKS terkait figur cawapres.
Selain itu, Nasdem dan Demokrat juga nampak tak memiliki pandangan yang sama soal deklarasi bersama. Nasdem ingin deklarasi Koalisi Perubahan dilakukan hanya dengan pengusungan Anies sebagai capres.
Alasannya, penentuan cawapres merupakan salah satu strategi pemenangan, sehingga bisa dilakukan belakangan.
Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin mendeklarasikan koalisi sepaket dengan pengusungan capres-cawapres.
Penulis: Wawan Idris




