mhnews.id.- Di tengah musibah hilangnya KM Hosanna dengan 10 awaknya belum juga reda, kini duka kembali menimpa nelayan, setelah dua anak buah kapal (ABK) KM Bahari Nusantara I terjatuh.
Dua ABK KM Bahari Nusantara I itu terjatuh di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat (6/1/2023) pukul 10.30 WIB. Satu ABK ditemukan selamat, satu lainnya masih dicari.
Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril menyampaikan, Kantor SAR Bandung menerima informasi dari Polairud Polres Indramayu terkait laporan kejadian tersebut.
Kejadian berawal saat KM Bahari Nusantara yang dinahkodai Agus berangkat dari perairan Karangsong, Jumat pukul 06.00. Mereka menuju laut Jawa dengan tujuan mencari ikan.
“Setelah dua jam perjalanan dari Karangsong, kru KM Bahari Nusantara I baru menyadari dua ABK tidak berada di atas kapal,” kata Jumaril, melalui Humas SAR Seni Wulandari, kepada Kompas.com, Sabtu (7/1/2023).
Kedua ABK itu atas nama Aris Catur Hadian (20) dan Abang Wahyu Perdana (30). Nahkoda, kata Jumaril, memutuskan melakukan pencarian dan kembali ke Karangsong dan melaporkan kejadian tersebut ke Polairud Karangsong.
Di saat melaporkan kejadian di Polairud, sudah ada ABK atas nama Aris Catur Hardian yang sebelumnya sempat dinyatakan terjatuh dan hilang dari KM Bahari Nusantara I.
Aris Catur Hardian (20) yang merupakan warga Brebes, Jawa Tengah, ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara, korban lain atas nama Abang Wahyu Perdana (30) yang juga warga Brebes, Jawa Tengah, hingga saat ini belum ditemukan.
Kantor SAR Bandung kemudian memberangkatkan satu tim penyelamat dari Pos SAR Cirebon menuju Pelabuhan Karangsong pada Jumat pukul 21.30 WIB.
“Pagi ini akan kembali dilakukan pencarian kepada ABK atas nama Abang Wahyu Perdana yang belum ditemukan,” kata Jumaril.
Sementara perkembangan pencarian KM Hosanna yang hilang bersama 10 awaknya sampai saat ini belum ditemukan. Namun Humas Basarnas Bandung, Seni Wulandari mengabarkan, dari 10 awak berhasil ditemukan 4 orang di wilayah Jawa Tengah.
Diakuinya, Basarnas terus berkoordinasi dengan SAR di Semarang untuk mengoptimalkan pencarian para awak kapal lainnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




