mhnews.id.- Politik itu memang penuh intrik, unik, dan menggelitik. Dalam politik kawan dengan sekejap jadi lawan, demikian juga sebaliknya. Itulah sebabnya dalam politik ada istilah ‘tak ada kawan maupun lawan abadi, yang ada adalah kepentingan abadi.
Hubungan Prabowo Subinato dan Joko Widodo (Jokowi) dapat menjadi contoh nyata situasi politik tersebut. Kedua tokoh bangsa ini, dua kali menjadi rival sengit dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 lalu.
Sebegitu sengitnya rivalitas keduanya hampir-hampir bangsa Indonesia terbelah, terjadi perpecahan yang dalam. Beruntung mereka memiliki jiwa kenegarawanan yang tinggi sehingga konflik keduanya dan pendukungnya itu bisa diselesasikan dengan sangat indah.
Kini Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan menjadi menteri pada kabinet Presiden Jowi. Hubungan keduanya pun semakin nyata baik dan harmonisnya. Menteri Pertahanan (Menhan) ini bahkan tak segan memuji Presiden Jokowi di mana pun berada.
Seperti pada saat menghadiri Muktamar XVI Persatuan Islam (Persis) di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/9/2022). Menhan Prabowo menyebut mantan rivalnya pada dua pemilihan presiden (Pilpres) terdahulu itu punya ilmu lebih hebat atau di atas dirinya.
“Memang saya ini mantan Komandan Pasukan khusus. Kalian kenal saya semua? Saya juga mantan jenderal baret merah. Apa coba kurangnya strategi segala macam? Tapi saya harus akui Pak Jokowi itu memang ilmunya di atas saya,” kata Prabowo dalam sambutannya.
“Jadi memang ada suatu mitos mengatakan bahwa memang kalau politik negara itu yang unggul itu dari Solo, dari Surakarta. Saya ini Banyumas, jadi ya, masih satu klik lah di bawah Solo,” sambungnya.
Meski sempat jadi rival di dua edisi pemilu terakhir, namun kini setelah jadi menteri di Kabinet Kerja milik Jokowi, Prabowo mengakui kapabilitas mantan Wali Kota Solo itu dalam memimpin dan menangani permasalahan negara.
“Kita sekarang juga harus jujur dan mengakui prestasinya Presiden Jokowi, harus kita akui. Kalau kita rinci satu per satu, saya ini rivalnya beliau sepuluh tahun, saya rivalnya bener. Tapi akhirnya masuk kabinet beliau, saya saksi melihat, saya melihat komitmen beliau,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, memimpin selama dua periode berturut-turut Jokowi berhasil menjalankan seluruh program kerjanya. Termasuk dalam urusan keberpihakan kebijakan terhadap wong cilik.
“Saya melihat keberpihakan beliau pada rakyat kecil, luar biasa pengorbanan pemerintah atau kebijakan-kebijakan pemerintah untuk melindungi rakyatnya yang paling miskin dan paling lemah,” kata Prabowo.
Menyempurnakan pujiannya, Prabowo pun mengaku hadir di pembukaan Muktamar XVI Persis mewakili Presiden Jokowi. “Ini sebuah kehormatan besar, saya juga kaget kok saya yang ditunjuk,” tutur Prabowo.
Penulis: Wawan Idris




