MHNEWS.id.- Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo berdiskusi dengan para mahasiswa dan aktivis perempuan dalam acara Gelar Tikar Ganjar, di Kota Yogyakarta, Minggu (28/1/2024) malam.
Ganjar datang ke acara ini mengenakan baju dan topi berwarna putih. Ia duduk bersila di depan mahasiswa yang hadir. Duduk lesehan bersama mahasiswa sambil menikmati minuman dan gorengan hangat.
Salah satu topik diskusi yang berlangsung santai namun serius itu adalah pendidikan dan keterbatasan perempuan. Isu ini termasuk yang akan menjadi tema debat terakhir capres pada 4 Februari 2024.
Kepada para mahasiswa dan aktivis, Ganjar Pranowo mengaku siap untuk mengikuti debat lantaran semua sudah disiapkan. Namun demikian pemikiran para mahasiswa dan aktivis akan menjadi penguatnya.
“Oh sudah siap kan sudah ada di sini (menunjuk kepala), tinggal bicara saja,” ujar Ganjar saat ditemui di acara Gelar Tikar Ganjar, di Kota Yogyakarta, Minggu (28/1/2024) malam sebagaimana dilansir Kompas.com.
Dalam acara Gelar Tikar Ganjar yang dihadiri oleh para mahasiswa dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, Ganjar mendapatkan bahan untuk dibawa saat debat terakhir 4 Februari 2024.
Salah satu isu yang Ganjar kantongi dalam acara ini adalah soal isu keterbatasan perempuan dalam pendidikan, penyalahgunaan beasiswa, hingga soal ketidak sinambungan antara pendidikan dengan lapangan pekerjaan.
Isu-isu tersebut disampaikan oleh aktivis perempuan dari Yogyakarta, dan juga disampaikan langsung oleh para mahasiswa yang hadir dalam acara ini.
Bahkan, setelah mendengar pertanyaan dari mahasiswa dan dari aktivis perempuan Ganjar menawarkan mahasiswa untuk bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo.
“Kalau dia langsung menjawab (mahasiswa dan aktivis) hari ini langsung saya umumkan (masuk ke TPN Ganjar), saya kepingin sekali keterlibatan anak muda,” ujarnya.
“Seperti saat saya menemukan Seno Baskoro, Novi Basuki, Karina. Maka yang jadi pikirannya itu kita salurkan,” sambung Ganjar.
Ia menambahkan apa yang didapat dari acara Gelar Tikar Ganjar ini akan disampaikan sebagai bahan saat debat presiden terakhir nanti.
Penulis: Wawan Idris




