mhnews.id.- Penularan HIV-AIDS di masayarakat kini mencuat lagi. Kondisinya seperti gunung es, karena yang terungkap itu hanya bagian kecil dari sebuah fenomena besar.
Seperti diungkap Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, kasus penularan HIV-AIDS di wilayahnya saat ini tercatat 12.358 pengidap. Jumlah ini berdasarkan yang melakukan pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Yang memprihatinkan pengidapnya didominasi usia produktif.
Dikutip dari detikcom, jumlah tersebut rinciannya, 5.943 merupakan warga Kota Bandung. Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi mengatakan, penularan HIV-AIDS yang saat ini terjadi didominasi oleh warga yang memiliki umur produktif 20-29 tahun.
“Paling banyak itu usia 20-29 tahun, persentasenya 44.84 persen, usia produktif banget,” kata Silvia kepada detikJabar via sambungan telepon, Selasa (23/8/2022).

foto: gejala HIV-AID ditandai dengan adanya ruam yang ekstrem pada kulit
Kasus HIV-AIDS di Kota Bandung ini menyasar semua kalangan dan profesi, salah satunya mahasiswa. Dari kasus penularan HIV-AIDS yang terjadi di Kota Bandung yang mencapai 5.943 kasus, mahasiswa menyumbang kasus positif mencapai 6,97 persen atau mencapai 414 kasus.
Menanggapi informasi tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bandung melakukan antisipasi dengan melakukan sosialisasi terkait pergaulan bebas yang terjadi di usia remaja-dewasa.
“Itu jadi warning buat kita semua, kita harus lebih intens edukasi lagi kepada kaum remaja dengan usia produktif,” kata Kepala DPPKB Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari via sambungan telepon, Senin (22/8/2022).
Dewi berujar, dalam sosialisasi terkait pergaulan bebas pihaknya melakukan berbagai pendekatan, salah satunya dengan memutar film edukasi terkait sex bebas ini. “Kita edukasi, supaya mereka (tahu) dengan nonton film, itu upaya kita. Kita rutin ya, seperti di SMA 25” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinkes Kota Bandung dalam penanganan ibu hamil yang pisitif HIV AIDS. “Kita ada kolaborasi dengan Dinkes, kita antisipasi langkah preventif dan penyuluhan jangan sampai terjadi kasus HIV-AIDS meningkat lagi,” ujarnya.
Penulis : Wawan Idris
Sumnber : detikcom




