MHNEWS.id.- Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali menyimpulkan Presiden Joko Widodo memberikan dukungan sepenuhnya kepada calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

“Dapat disimpulkan, pada hari ini maka seharusnya capres-capres lain, Prabowo Subianto maupun Anies gemetar,” ujar Effendi Gazali dalam tayangan berita TVOne, Jumat sore (19/9/2024).

“Gemetar dalam arti Presiden Joko Widodo sudah langsung menyatakan Ganjar Pranowo itu dilantik (jadi presiden ke-8 RI), 20 Oktober 2024 dan langsun masuk ke kedaulatan pangan,” imbuhnya.

Jadi, papar Effendi sudah terbayang di depan mata ada pelantikan Ganjar Pranowo sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia dan program pertamanya adalah langsung menangani kedaulatan pangan yang memang merupakan kebutuhan dunia.

“Jadi kalau hari ini dan berdasarkan pada Rakernas ini kita yakin, Presiden Joko Widodo sudah membayangkan yang dilantik jadi presiden RI ke- 8 itu adalah Ganjar Pranowo. Sinyal yang disampaikan Presiden Joko Widodo sangat kuat,” tegasnya.

Ditegaskan Effendi, isu kedaulatan pangan merupakan isu taktis dan strategis yang juga sekaligus sebagai sinyal kuat kalau Ganjar Pranowo tidak akan disatukan dengan Prabowo Subianto.

Dalam Rakernas ini tidak ada peluang untuk menjadikan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo, kecuali Prabowo jadi wakil presiden bagi Ganjar. Dan itu sudah dibantah karena tidak dikehendaki oleh Koalisi Indonesia Maju.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengukapkan secara terbuka saat memberikan sambutan pada Rakernas IV PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9/2023), telah berbicara kepada Ganjar Pranowo.

“Pak, nanti habis dilantik, besoknya langsung masuk kedaulatan pangan. Nggak usah lama-lama, perencanaannya disiapkan sekarang,” kata Presiden Joko Widodo.

“Begitu dilantik, besok langsung masuk ke kerja kedaulatan pangan. Sehingga swasembada pangan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan itu betul-betul kita miliki,” imbuhnnya dan langsung disambut riuh peserta Rakernas.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya memang menanggapi pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hingga bakal capres Ganjar Pranowo soal pangan.

Presiden Joko Widodo membeberkan puluhan negara yang tidak lagi mengekspor bahan pangannya. Dikatakan saat ini sudah ada 22 negara yang tidak mau mengekspor bahan pangannya, termasuk di dalamnya adalah beras.

Presiden Joko Widodo bicara bahaya jika semua negara tidak lagi mengekspor bahan pangan. Dia mengatakan perlunya visi misi detail soal kebijakan tersebut.

“Ngeri sekali kalau melihat cerita semua negara sekarang mengerem semuanya, tidak ekspor pangannya. Gandum sudah, beras sudah, gula sudah, semuanya ngerem semuanya,” ujarnya.

“Oleh sebab itu 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan memang visi taktis itu harus kita miliki, bukan visi misi yang terlalu bagus di awang awang, tapi visi taktis, rencana kerja detail harus kita miliki,” paparnya.

“Dan saya yakin Pak Ganjar mampu menyelesaikan ini,” tegasnya.

Penulis: Wawan Idris