mhnews.id.- Embarkasi Haji Indramayu memiliki berbagai fasilitas yang sangat fungsional. Selain penginapan, aula, dan masjid, juga akan dibangun rumah sakit terpadu. Dibangun di atas tanah seluas 12,8 hektar diperkirakan akan menjadi Embarkasi terbaik dan terbesar di Indonesia.
Anggota DPR-RI, Selly Andriany Gantina mengatakan hal itu pada saat menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Jawa Barat tahun 2022, Kamis (27/10) yang dilaksanakan di Embarkasi Haji, Kec. Lohbener, Indramayu, Jawa Barat.
Dikatakan Selly, Embarkasi Haji Indramayu akan memberi nilai manfaat yang tinggi bagi masyarakat dan Pemda Indramayu, utamanya dalam peningkatan pelayanan kepada jamaah calon haji, perekonomian, dan pembangunan secara keseluruhan di Kota Mangga ini.
“Embarkasi haji selain fungsi utamanya untuk memberikan pelayanan haji seperti pelaksaan manasik, juga memiliki potensi sebagai tempat mengembangkan edukasi dan pendidikan baik sektor formal maupun non formal. Dengan begitu SDM Indramayu bisa ditingkatkan,” paparnya.
Sementara itu, terkait pembangunan Embarkasi Haji Indramayu, diakui progresnya sudah baik, on progress. Artinya beberapa fisik bangunan sudah bisa digunakan, seperti aula dan penginapan. “Untuk masjid in syaa Allah dibantu Pemprov Jabar,” tegas Selly.
“Saya titip kepada Kanwil Kemenag Jabar agar pengelolaan Embarkasi ini dilakukan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai salah urus. Kita minta pengelolanya berupa Badan Layanan Umum (BLU) bukan oleh perusahaan (PT),” imbuhnya.
Ditegaskan Anggota Fraksi PDIP ini, pengelolaan Embarkasi Haji oleh BLU manajemennya bisa lebih terbuka bahkan saling investasi, terutama dalam hal transparansi penggunaan keuangannya. Diakuinya manajemen pengelolaan akan sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada jamaah.
Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., mengatakan saat ini meskipun pembangunan Embarkasi belum rampung semuanya, tetapi secara operasional sudah bisa digunakan. Daya tampung ditargetkan tiga kloter dengan kapasitas kamar 750 dan saat ini baru dibangun 250 kamar.
“Belum 100 persen sih, yang penting bisa jadi satu kloter sudah ada 250. Kalo tiga berarti 750 kamar dan ini sudah bisa memenuhi kuota keberangkatan. Jadi satu hari berangkat bisa dua tiga kali. Keluar masuk jamaah calon hajinya bisa bergantian. Jadi ini sudah clear,” papar Sekjen Kemenag, Nizar.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




