MHNEWS.id.- Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengukapkan pembicaraannya dengan ekonom senior, Emil Salim yang berlangsung di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Diungkapkan, Emil Salim mengibaratkan kondisi bangsa saat ini seperti kapal pesiar Titanic yang akan menabrak gunung es. Namun para penumpangnya tak ada yang menyadari, bahkan mereka tetap asyik bernyanyi.

Karena hal itulah, ungkap Ganjar, Emil Salim berharap harus segera ada tindakan penyelamatan. Secepatnya. Harus ada yang berani melakukan perbaikan untuk penyelamatan.

“Hampir semuanya sebenarnya tahu kok yang disampaikan. Tapi beliau berkali-kali dengan tangannya mengepal gitu ‘cepat, cepat, harus ada yang berani’,” ucapnya.

“Itu situasi emosional yang beliau harapkan betul bahwa eh ada kapal Titanic yang mau nabrak es, kok kita masih nyanyi-nyanyi saja sih. Jadi ini situasi yang beliau gambarkan dengan sangat gampang. Saya kira kita mampu mencerna artinya,” sambungnya.

Ganjar juga mengaku pertemuannya dengan Emil Salim mendapatkan banyak wawasan yang sangat berharga dalam soal kebangsaan. Walau seperti kuliah singkat namun sangat mencerahkan.

“Ya rasa-rasanya saya sedang mendapatkan kuliah singkat dari seorang punggawa ekonomi yang punya pengalaman luar biasa di banyak bidang, saya senang sekali,” kata Ganjar kepada wartawan, usai pertemuan, Sabtu (27/1/2024).

Salah satu yang dibahas Ganjar bersama Emil Salim pada pertemuan Sabtu malam (27/1/2024) itu juga terkait dengan energi kotor. Dia memberi contoh kenapa tidak menindaknya.

“Semuanya sebenernya mengerti problem ini, tapi beliau sampaikan ketika semua orang sudah tau problemnya satu saja pertanyaannya,” ujarnya.

“Kenapa tidak ada strong leader yang berani mengambil keputusan, karena itu tidak pernah populer, umpamanya kalau energi yang kotor kenapa tidak segera bertindak,” sambungnya.

Dalam pertemuan itu keduanya juga membahas kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Dia SDM yang baik harus disiapkan untuk menjemput tahun 2045.

“Kalau kemudian segera transisi, kenapa SDM kita tidak disiapkan dengan baik. Mestinya semua disiapkan agar bisa menjemput 2045,” ujar Ganjar.

Penulis: Wawan Idris