mhnews.id.- Sejak tahun 2014 lalu sampai sekarang tercatat ada empat ulama besar di Arab Saudi yang ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak kerajaan tanpa alasan yang jelas. Namun demikian diduga para ulama ditangkap karena kritis terhadap kebijakan kerajaan.
Selain itu sejumlah pihak menilai pemenjaraan para ulama itu sebagai upaya kerajaan memberangus oposisi dan usaha menghapus identitas religius Saudi. Terlepas dari itu, berikut keempat ulama yang mendapat hukuman penjara kerajaan Arab Saudi.
1. Abdullah Basfer
Sebelum dijatuhi hukuman bui, Basfar pernah memimpin salat di lapangan Masjid Hagia Sophia pada 2014. Saat itu Hagia Sophia masih belum diizinkan sebagai masjid oleh pemerintah Turki.
2. Sheikh Saleh Al-Talib
Mantan imam Masjidil Haram, Sheikh Saleh Al-Talib, mendapat hukuman 10 tahun penjara dari pengadilan Banding Arab Saudi baru-baru ini gegara ceramah dia yang menentang kebijakan Kerajaan. Kronologi kejadian itu bermula saat Al-Thalib menyampaikan ceramah pada 2018 lalu.
Dalam ceramah tersebut, ia menentang kebijakan Saudi yang mengizinkan percampuran laki-laki dan perempuan di ruang publik. Di kala itu, Kerajaan mengesahkan undang-undang yang mencampur laki-laki dan perempuan dalam ruang publik.
3. Sheikh Salman Al-Awda
Ulama ternama lain di Saudi, Sheikh Salman Al-Awda, juga dibui karena mendukung rekonsiliasi kerajaan dengan Qatar. Amnesty Internasional di Timur Tengah menyatakan Awda ditangkap pada September 2017 lalu.
Menurut lembaga pemerhati hak asasi manusia itu, Awda ditangkap tak lama setelah menyampaikan dukungan dia terhadap rekonsiliasi Qatar-Saudi. Pada Juni 2017, Saudi memutus hubungan diplomatik, ekonomi, dan segala akses perhubungan dengan Qatar.
4. Sheikh Suleiman Dweesh
Saudi menangkap Sheikh Suleiman Dweesh usai mengunggah kritik soal pemimpin de facto Putra Mahkota, Mohammed bin Salman (MbS) pada April 2016 lalu. Dua tahun kemudian, Dweesh meninggal karena diduga disiksa selama di penjara, demikian menurut Middle East Monitor.
Beberapa pihak menilai otoritas Saudi tidak memperlakukan dengan manusiawi terhadap Dweesh. Sejak MbS memimpin, kelompok hak asasi manusia menyoroti kebebasan ekspresi yang semakin terkikis di Saudi.
Penulis : Wawan Idris
Sumber : cnnindonesia.com




