MHNEWS.id.- Mengabdikan diri sebagai pendidik adalah pilihannya, panggilan jiwanya. Itulah sebabnya usai menyelesaikan SMAN 1 Sindang, ia melanjutkan studi ke UPI Bandung hingga meraih gelar S1 dan S2.

Sejak meraih S1 Jurusan PKn UPI Bandung, pria yang selalu ramah dan berpembawaan cool ini mengabdikan diri sebagai pendidik. Kala itu ia memulainya dengan menjadi guru sukarelawan.

Ya, Fajar Ismadi, M. Pd. memang merintis karirnya sebagai pendidik dari bawah, dari titik nol. Dimulai sebagai pengajar berstatus sukarelawan di Bandung sampai kemudian saat ini mendapatkan amanah memimpin sekolah berlabel favorit di Kabupaten Indramayu.

Memimpin sekolah berlabel favorit, yaitu SMPN 2 Sindang bagi Fajar seperti pulang ke rumah. Betapa tidak jauh sebelumnya Fajar Ismadi pernah mengajar di sekolah yang sebelumnya dilabeli sebagai sekolah Rintisan Bertaraf Internasional ini.

“Bahkan kalau diruntut lebih jauh lagi, saya adalah alumni SMPN 2 Sindang. Lengkaplah sudah. Pernah jadi siswa, guru, dan kini memimpin di sekolah ini. Jadi bagi saya amanah memimpin SMPN 2 Sindang ini seperti pulang ke rumah,” ujar Fajar Ismadi kepada MHNEWS.id, Senin (11/9/2023).

Sebelum mendapatkan amanah memimpin SMPN 2 Sindang, Fajar pernah menjadi Kepala SMPN Satu Atap Cantigi dan SMPN 3 Balongan. Fajar juga sempat menjadi dosen STKIP dan Universitas Terbuka. Kini Fajar juga masih berstatus sebagai Guru Inti dan instruktur mata pelajaran PKn.

Yang mungkin tidak diketahui orang banyak, selain pendidik, Fajar juga merupakan suhu pencak silat di perguruan Bhirawa Anoraga dan seniman. Sebagai seniman, Fajar adalah pemain (aktor) teater yang handal.

Bersama aktor layar lebar mau pun sinetron asal Indaramayu, Eeng Saptahadi (almarhum), waktu muda Fajar banyak dihabiskan untuk menekuni dunia teater. Salah satu lakon yang pernah diikutinya adalah Opera Orang-orang Sakit yang disutradarai Eeng Saptahadi.

“Itu kenangan lama. Sayang sekali, sekarang anak-anak muda tidak lagi menyukai dunia teater. Padahal dalam teater banyak terkandung unsur pendidikan karakter yang kuat,” ujarnya bernostalgia.

Tentang tugas barunya menakhodai SMPN 2 Sindang, Fajar Ismadi mengaku merupakan berkah yang harus disyukuri. Ia berterima kasih kepada Bupati Indramayu, Nina Agustina yang telah memberikan amanah itu. Fajar berjanji dengan segenap kemampuannya akan melaksanakan anamah itu.

UPTD SMPN 2 Sindang sejak lama memang menjadi sekolah pilihan utama bagi masyarakat Indramayu. Jauh sebelum ada SMPN Unggulan, SMPN 2 Sindang ini sudah dilabeli sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Indramayu untuk tingkat SMP.

Pelabelan ini bukan tanpa sebab. Sekolah ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki banyak prestasi yang prestisius, sarana dan prasarana belajar mengajar lengkap, serta guru-guru  berdedikasi tinggi dan berkualitas.

Sampai saat ini label sebagai sekolah unggulan tetap melekat pada SMPN 2 Sindang ini. Hal ini seiring dengan kemampuannya maraih prestasi dan mengantarkan para siswanya (lulusannya) diterima di sekolah-sekolah (SMA dan SMK) favorit.

Mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkannya merupakan tantangan besar dan tidak mudah. Untuk mewujudkannya diperlukan komitmen, dedikasi, kesungguhan, pengorbanan, dan terutama keikhlasan yang tanpa batas.

“Tapi saya yakin dengan dukungan semua guru, staf Tata Usaha, Komite Sekolah, dan tentu saja para orang tua murid, Nedusi akan terus meraih prestasi dan maju. SMPN 2 Sindang juga siap berkontribusi mewujudkan Indramayu Bermartabat,” ujarnya. (wi)