mhnews.id.- Sampai hari ini, Senin (29/8) pengungkapan kematian RFA (21), marbot masjid yang jenazahnya ditemukan warga di mes komplek LDII, Jatibarang, Indramayu pada Sabtu (27/8) masih misterius.
Namun demikian, RFA warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini meninggal dunia diduga sengaja dibunuh. Dugaan ini ini mengemuka karena melihat beberapa fakta yang ditemukan pihak Kepolisian.
Inilah fakta-fakta yang menguatkan RFA dibunuh.
- Korban ditemukan dalam keadaa sudah meninggal dan kondisinya cukup mengerikan
- Kepala korban bocor dan banyaknya bercak darah di sekitar lokasi kejadian
- Ada linggis berlumuran darah di samping tubuh korban
- Darah korban sampai becereran ke luar kamar
- Lima orang sudah dioeriksa sebagai saksi
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keseharian korban selain dikenal sebagai marbot, juga menjadi pedagang donat keliling. Jasad korban ditemuan pertama kali oleh rekan satu kompleks di LDII. Sebab sebelumnya, rekannya itu merasa heran karena tidak seperti biasanya RFA tidak salat subuh berjamaah.
Karena rasa penasaran, rekan korban kemudian mendatangi kamar mess yang selama ini ditinggali RFA. Namun saat membuka pintu, dia dikejutkan melihat RFA sudah tergeletak tak bernyawa di samping kasur yang biasa digunakan korban.
Bahkan terlihat ceceran darah yang keluar dari luka di kepalanya yang diduga akibat hantaman benda tajam. Dugaan dikuatkan dengan ditemukannya sebuah linggis yang terdapat bercak darah di sisi korban.
Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif melalui Kapolsek Jatibarang Kompol Ujang Rohimin menjelaskan, usai mendapatkan laporan pihaknya langsung mendatangi TKP untuk mengecek kebenarannya.
“Ada 5 orang saksi yang sudah kita periksa sebagai saksi. Kami akan melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut untuk mengungkap peristiwa tersebut, ” jelasnya, Minggu (28/8).
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




