mhnews.id.- Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indramayu (AMI) melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (9/9) sore.
Mereka menilai harga BBM tidak tepat naik saat ini. Pasalnya, kondisi ekonomi negara belum seutuhnya pulih pasca terdampak pandemi covid-19.
“Aliansi Mahasiswa Indramayu menggugat keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak oleh pemerintah yang menuai polemik di tengah situasi ekonomi negara yang belum pulih seutuhnya,” ucap salah satu orator, Dewi Raudlatul Jannah.
Aliansi Mahasiswa Indramayu menyatakan lima sikap dalam unjuk rasa tersebut. “Turunkan harga BBM, menolak segala bentuk politisasi bantuan langsung tunai, evaluasi kinerja pemerintah dalam pengawasan BBM bersubsidi, stabilisasi bahan pangan dan transportasi, dan hentikan segala bentuk diskriminasi terhadap para aktivis,” sebut Dewi.
Unjuk rasa sempat memanas saat mahasiswa meminta masuk gedung DPRD sambil mendorong-dorong pintu gerbang gedung wakil rakyat tersebut. Gerbang yang hampir dijebol itu kemudian dibuka oleh polisi namun mahasiswa tetap tak dapat masuk gedung DPRD karena tertahan oleh barisan polisi yang berjaga di balik pintu gerbang.
Mahasiswa pun masih memaksa untuk masuk, namun kemudian mereda setelah ditemui Ketua DPRD Syaefudin dan sejumlah pimpinan fraksi. Empat dari enam fraksi yang ada, ikut menemui penunjuk rasa, yaitu Fraksi Partai Golkar, Gerindra, Merah-Putih, dan Demokrat-Perindo. Sementara Fraksi PDIP dan PKB tak hadir.
Ketua DPRD Syaefudin mengatakan bahwa perihal kenaikan harga BBM bukan kewenangannya melainkan pemerintah pusat. Namun, pihaknya tetap akan mengupayakan kepentingan masyarakat seperti aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Indramayu.
Selain Ketua DPRD Syaefudin, turut menanggapi tuntunan pangunjuk rasa, yaitu tiga dari empat fraksi yang menemui yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi Merah-Putih yang diwakili PKS, dan Demokrat-Perindo yang diwakili Perindo.
Ketiganya senada untuk solusi permasalahan kenaikan harga BBM akan dilayangkan surat ke pemerintah pusat tentang keberatan naiknya harga BBM.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




