MHNEWS.id.- Calon Presiden (Capres) Nomor 3, Ganjar Pranowo mengajak seluruh anak bangsa menghargai dan mengamalkan Pancasila agar pemikiran Bung Karno benar-benar bisa terapkan.

Ganjar Pranowo mengatakan hal tersebut saat mengunjungi rumah pengasingan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno di Jalan Perwira, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (2/12/2023).

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut melakukan safari politik ke NTT termasuk berkunjungan ke Rumah Pengasingan Bung Karno. Diakui Ganjar, kunjungannya ke rumah Bung Karno merupakan janjinya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Ganjar tampak mengenakan baju hitam dan celana panjang. Ia juga didampingi para politisi dari partai pendukung. Setibanya di sana Ganjar kemudian menanggalkan sepatunya, lalu diganti dengan sandal jepit.

Ia bersama Bupati Ende, Djafar Achmad berjalan menuju sumur yang dulu digunakan Bung Karno. Di situ Ganjar kemudian membasuh mukanya dengan air sumur, lalu membasahi rambut, dan kaki. Ia juga sempat berdoa di depan sumur Bung Karno.

“Airnya masih segar, jernih,” ucap Ganjar Pranowo yang dalam pencapresannya didampingi Mahfud Md. ini sebagaimana dilansir Kompas.com

Di rumah tempat pengasingan Bung Karno, Ganjar melihat berbagai peninggalan. Sudut demi sudut rumah itu ia amati.

“Setiap kita ke Ende, pasti kita ke rumah pengasingan Bung Karno. Dan di sinilah, selama kurang lebih 4 tahun, Bung Karno ada di sini,” kata Ganjar.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga merasakan bagaimana Pancasila terlahir melalui perjuangan pendiri bangsa yang tidak mudah. Dasar negara yang terwujud penuh dengan semangat dan nasionalisme tinggi.

Menurutnya sebagai anak bangsa wajib menghargai Pancasila. Sehingga pemikiran yang ditorehkan Bung Karno dalam renungannya benar-benar bisa terapkan.

“Caranya bagaimana? Jangan korupsi, jangan kolusi dan jangan nepotisme. Karena di sinilah pahlawan kita menyerahkan seluruh harta, nyawa, tenaga, pikiran, semuanya untuk kesejahteraan bangsanya. Kita harus menghormati mereka,” ujarnya.

Penulis: Wawan Idris