MHNEWS.id.- Presiden Indonesia, Joko Widodo dilabeli para pembencinya terutama dari pihak oposan sebagai Tukang Utang. Faktanya memang Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia ‘menggunung’.

Data dari Bank Indonesia, posisi ULN Indonesia pada akhir Februari 2023 tercatat sebanyak 400,1 miliar dolar AS. Utang ini turun dibanding Januari 2023 yang sebanyak 4040,6 miliar dolar AS.

Namun demikian Presiden Joko Widodo, si Raja Utang itu juga ternyata mampu menggunakan dana dengan sangat efektif, efisien, dan faktual untuk pembangunan, khususnya membiayai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bendungan Sadawarna bisa mengairi sawah di Indramayu dan Subang. Foto: Rohman/mhnews.id

Melihat fakta hasil pembangunan ini, bahkan dapat dikatakan, Presiden Joko Widodo termasuk pemimpin yang ‘gila’ pembangunan. Uang hasil utang yang banyak dinyinyirin pembencinya secara faktual dibuktikan dalam berbagai pembangunan.

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo tahun 2024 menatang akan selesai. Waktu yang tinggal tersisa satu tahun itu pun terus dimanfaatkan untuk menyelesaikan PSN agar tidak mangkrak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Proyek Strategis Nasional (PSN). Semua PSN diminta rampung sebelum 2024 utamanya bandara, jalan tol, bendungan dan smelter.

“Presiden @Jokowi meminta agar seluruh PSN dapat dirampungkan sebelum tahun 2024 – utamanya bandara, jalan tol, bendungan dan juga smelter,” kata Sri Mulyani dalam unggahan di Instagram resminya, dikutip Kamis (13/7/2023).

Hal itu menjadi salah satu yang dibahas Sri Mulyani bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya Rabu (11/7) sore.

Sri Mulyani mengatakan infrastruktur merupakan salah satu prioritas nasional yang juga menjadi prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini untuk menciptakan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera.

“Semoga penyelesaian berbagai PSN ini akan semakin mendorong produktivitas sehingga memberikan dampak positif kepada masyarakat yang kemudian juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.

Sebelumnya Deputi Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan ada 31 proyek yang ditargetkan selesai di 2024 dengan nilai investasi Rp 172 triliun. Kemudian, 56 proyek selesai setelah 2024 tepatnya 2025-2026.

“Di 2024 ini adalah titik critical PSN karena presiden minta di 2024 semua proyek harusnya selesai, tapi dengan kriteria. Satu, financial tercapai. Kedua adalah pembebasan lahan, atau ketiga adalah perizinan selesai,” beber Wahyu di kantornya, Rabu (12/4).

Tercatat sejak 2016 hingga 31 Maret 2023 sudah ada 156 PSN yang selesai dengan nilai mencapai Rp 1.080,2 triliun. Bagi yang penasaran apa saja PSN yang sudah berhasil diselesaikan tinggal gogling saja.

Penulis: Wawan Idris