MHNEWS.id.- Memiliki rumah layak huni menjadi idaman bagi setiap masyarakat berpenghasilan pas-pasan, khususnya di petrkotaan. Namun karena harganya tinggi imipian itu sulit diwujudkan.
Problem ini pun dirasakan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo. Itulah sebabnya Ganjar-Mahfud menaruh perhatian besar sektor perumahan, bahkan masuk ke dalam salah satu visi-misinya.
Langkah Ganjar Pranowo pun menyiapkan program dua juta rumah per tahun hingga kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga yang rendah untuk merealisasikan impian rakyat tersebut.

Calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. Foto: Instagram @ganjar_pranowo
“Sepuluh juta rumah (selama 5 tahun), dua juta per tahun. (Fokusnya) di perkotaan,” kata Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto di Vertu Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2023).
“Kalau desa kan Pak Ganjar sudah punya inisiatif membangun desa mandri ya, mandiri pangan, mandiri energi, tapi kan perumahan lebih banyak kebutuhannya di perkotaan, jadi kita arahnya ke sana,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, program tersebut bukan hanya sekedar program membangun rumah, tetapi juga termasuk merenovasi rumah-rumah yang belum memenuhi standard WHO.
Program ini juga membawa filosofi bahwa rumah merupakan basis untuk membangun keluarga yang sehat untuk menciptakan manusia unggul.
“Bukan sekedar jumlah rumah yang ingin dibangun pak Ganjar, tapi juga rumah yang sehat dalam artian berangkat dengan filosofi bahwa rumah adalah basis untuk membangun keluarga yang sehat untuk menghasilkan manusia yang unggul karena tidak bisa Indonesia menjadi unggul kalau manusianya tidak unggul,” tambahnya.
Rencananya, sumber anggaran untuk program ini bukan hanya APBN. Tetapi ada tambahan anggaran lainnya di luar APBN. Selain itu, Ganjar juga menilai anggaran sektor perumahan yang saat ini cukup kecil.
“Kalau memang kita sepakat bahwa secara filosofis rumah adalah syarat utama untuk menghasilkan manusia unggul maka memang harus ada political will terus ada keberpihakan untuk fokus membangun perumahan untuk masyarakat,” tegasnya.
“Jadi tentu saja kita bicara politik anggaran di sini pada akhirnya nanti. Sekarang (anggaran untuk perumahan) nggak sampai 1,5%, sekitar Rp 20 triliun. (Anggaran 2 juta rumah full APBN?) nggak dong, campuran. Kalau nggak campuran nggak cukup,” tambahnya.
Ia mengaku, pihaknya masih mengkaji kemungkinan kenaikan anggaran yang digunakan di sektor perumahan apabila Ganjar-Mahfud terpilih menjadi presiden pada 2024 mendatang.
Selain itu, Ganjar juga memiliki program untuk menyediakan KPR dengan bunga rendah dan dalam jangka waktu yang lama. Untuk jangka waktunya sendiri juga masih dalam kajian.
Di sisi lain, pihaknya juga sedang mengkaji kriteria penerima manfaat dari kemudahan KPR dengan bunga rendah, termasuk sektor pekerja informal.
“Nah tapi ini di samping politik anggaran, kita juga perlu ekosistem dalam membangun dan mengembangkan perumahan terutama untuk masyarakat bawah. Pembiayaan di sana termasuk. Pembiayaan ini kan diperlukan tidak hanya pembiayaan berbunga rendah tetapi juga berjangka panjang. Artinya kebijakan itu berjalan cukup lama,” ujarnya,
“Jadi (bunga) rendah dalam konteks cukup lama sehingga ada kepastian berusaha bagi para pengembang di sana,” pungkasnya.
TPN Ganjar-Mahfud juga sedang mengkaji permintaan para pengembang yang menginginkan adanya kementerian khusus yang menangani sektor perumahan.
“Ada pembicaraan, dalam kajian perlunya perumahan dalam konteks perkotaan dan lingkungan hidup. Dalam kajian. Mungkin namanya (kementerian) perumahan, perkotaan, dan lingkungan hidup. Tapi (masih) dalam kaijan, tapi itu kira-kira konteksnya begitu,” tuturnya.
Penulis: Wawan Idris




