mhnews.id.- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung Wilayah Kerja Indramayu memprioritaskan melayani masyarakat Indramayu dalam hal vaksinasi meningitis, khususunya untuk pelayanan secara off line, itu pun hanya bisa dilakukan selagi stok vaksinnya tersedia.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung Wilayah Kerja Indramayu, Teguh Dhika R. mengatakan hal tersebut kepada mhnews.id, Selasa (1/11) saat dikonfirmasi berkenaan dengan terjadinya krisis atau kelangkaan vaksin meningitis selama ini.
Teguh mengakui, stok vaksin meningitis di KKP Bandung Wilayah Kerja Indramayu saat ini sangat terbatas. Sejak awal Oktober 2022 pihaknya hanya menerima 840 vaksin menginitis. Vaksin itu habis digunakan sampai hari ini Selasa (1/11).
‘’Stok yang ada di kami habis hari ini Selasa (1/11) dan kita sudah mengajukan lagi, menunggu kirimam vaksin dari KKP Wilayah Bandung. Jumlahnya kita tidak bisa menentukan, tergantung kantor induk berapa yang di kirim ke Indramayu,” ungkap Teguh.
Teguh menjelaskan, pada awal Oktober 2022, pihaknya mendapat kiriman vaksin meningitis sebanyak 840. Stok yang ada tersebut, dialokasikan kepada para calon jamaah umroh rata-rata 60 orang per hari. Namun permintaannya melebihi kuota tersebut.
Dari 60 kuota vaksin per harinya, 50 vaksin meningitis disediakan bagi pendaftar online. Sedangkan sisanya 10 vaksin diperuntukkan bagi calon jamaah umroh yang mendaftar secara offline dan diprioritaskan jemaah umroh dari Indramayu yang datang langsung ke kantor KKP Indramayu.
‘’Untuk pendaftar online kan bisa dari daerah mana saja, termasuk dari luar Indramayu, sedangkan yang daftar off line diprioritaskan bagi jemaah umroh asal indramayu yang belum paham daftar on line. Mereka datang langsung ke kantor kami, kami layanai jika kuota masih ada,” jelas Teguh.
Dikatakan Teguh pihaknya sudah mengajukan tambahan vaksin meningitis kepada KKP Bandung. Namun hingga kini belum bisa dipastikan kapan vaksin akan datang dan berapa jumlahnya. Semua yang menentukan dari kantor induk Bandung.
Tingginya permintaan vaksin meningitis ini menurut Teguh salah satu faktor penyebabnya karena minat masyarakat menunaikan ibadah umroh besar, terutama setelah covid usai.
“Permintaan masih tinggi, apalagi setelah covid selesai. Peminat umroh saat ini cukup banyak, mungkin karena kuota haji terbatas, jadi banyak masyarakat yang memilih menunaikan ibadah umroh untuk menjadi tamu Allah,” ujar Teguh.
Penulis : Ir Sairoh
Editor : Wawan Idris




