mhnews.id.- Kepolisian Resor Indramayu melakukan pemantauan dan pengamanan di sejumlah SPBU di wilayah kerjanya, Minggu (4/9). Hal itu dilakukan setelah pemerintah pusat resmi mengumumkan kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9) sekira pukul 14.30 WIB.
Keterangan dari polisi, hari pertama pengumuman kenaikan harga BBM belum terpantau antrean panjang kendaraan untuk melakukan pengisian BBM. Bahkan sejauh ini situasi di sejumlah SPBU di wilayah Indramayu normal.
“Wilayah Indramayu, kita melakukan pengamanan khususnya untuk di kota ada tiga SPBU yakni SPBU Jalan Sudirman, Bungkul (Jalan Sukarno Hatta), dan SPBU Karangturi (Jalan Yos sudarso),” ungkap Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif melalui Kasat Lantas Polres AKP Angga Handiman, Minggu (4/9).
Ia menuturkan, SPBU yang berada di jalur Pantura Indramayu maupun di kecamatan-kecamatan lainnya, polisi pun melakukan pengamanan. Dalam melakukan pengamanan, jajaran Satlantas dibantu anggota Polsek terdekat. “Pengamanan yang sama juga dilakukan oleh satuan fungsi lainnya,” ucapnya.
Dikatakan, di SPBU Wilayah kota Indramayu, pihaknya menerjunkan 30 orang personel ditambah petugas gabungan Polres. Sementara di wilayah pantura penjagaannya dibantu anggota Polsek terdekat. Tujuan pengamanan ini, adalah untuk mengendalikan situasi apabila terjadi antrean kendaraan yang berujung kemacetan, pengaturan lalin, maupun pemantauan.
“Sejumlah personil dari unit Opsnal Turjawali akan melakukan patroli kurang lebih 1 jam sekali untuk memantau situasi arus lalin di seputaran SPBU. Saat ini situasi aman dan terkendali, ” terangnya.
Penjagaan SPBU dilakukan sejak dimulainya penerapan harga BBM baru. Sebagaimana diketahui ada tiga jenis BBM yang harganya naik yaitu pertalite, solar subsidi, dan pertamax nonsubsidi.
Harga pertalite semula dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Lalu, solar dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter. Kemudian, pertamax naik dari Rp 12.750 menjadi Rp 14.500 per liter.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




