mhnews.id.- Pada dinding salah satu ruangan kelas UPTD SMPN Negeri Satu Atap 1 Lelea, Kec. Lelea terbentang spanduk berukuran dua meter. Spanduk peringatan hari kemerdekaan RI itu dihiasi foto dua perempuan hebat, yang posisinya sama-sama menjadi pemimpin.
Satu orang perempuan itu pasti sudah sangat dikenal masyarakat Indramayu, bahkan dikagumi, dicintai, dan menjadi secercah harapan bagi kemajuan Kota Mangga. Dia adalah Bupati Indramayu, Nina Agustina, putri Jendral Polisi (Purn) Da’i Bahtiar mantan Kapolri, yang putra asli Losarang.
Sedangkan satu foto perempuan lagi tidak lain adalah Kepala SMPN Satu Atap 1 Lelea, Lilis Yuningsih, S.Pd., M.M. yang juga dikagumi, dicintai, dan menjadi secercah harapan bagi kemajuan 158 siswa dan 13 guru yang dipimpinnya.

Ada spanduk dengan foto Bupati Nina Agustina dipasang di dinding gedung sekolah yang rusak. Foto: wi/mhnews.id
Foto dua wanita hebat yang menempel di spanduk memang menarik. Akan tetapi penampakan gedung sekolah, terutama bagian plafondnya jauh lebih menarik. Ya, plafond gedung itu kayu-kayunya sudah lapuk, gentengnya pun sudah berjatuhan. Sungguh memprihatinkan.
Kepada mhnews.id, Lilis Yuningsih mengungkapkan kerusakan plafond itu tidak seberapa dibandingkan dengan kerusakan bagian lain di ruang kelas berbeda. Dari 6 kelas sebanyak 4 ruangan kerusakannya mencapai 46,9 persen dengan kategorik berat, 1 ruang kerusakannya 64,7 persen.
Tahun 2020 saja, tutur Lilis saat disurvey Dinas PUPR, kerusakannya masuk kategori berat. Apalagi sekarang sudah tahun 2022 meningkat sangat berat. Bahkan petugas survey Dinas PUPR pun sampai geleng-geleng kepala melihat kerusakan sekolah separah itu.
“Pernah dikunjungi tim Disdikbud dan PUPR tahun 2020. Petugas PUPR sampai geleng kepala, sambil bicara, “Kok sudah separah ini belum dapat bantuan?” Kemudian kami dapat siteplan dan RAB. Kami pikir tahun ini dapat, ternyata yang dapat sekolah tetangga desa, SMPN 2 Lelea,” ungkapnya kecewa.

Agar tidak roboh dinding yang sudah miring terpaksa disangga bambu. Foto: wi/mhnews.id
Empat ruang belajar dan satu ruang perpustakaan kondisinya memang sangat parah. Sudah sangat tidak layak lagi digunakan. Atap, kayu-kayu plafond, dan reng sudah lapuk sehingga genteng pun diturunkan. Dinding pun sudah miring sehingga disangga bambu.
Kondisi ini membuat para siswa tidak nyaman belajar dan guru tak tenang mengajar. Mereka takut sewaktu-waktu gedung ambruk. Lilis berharap Bupati Indramayu Nina Agustuna melalui Dinas PUPR segera merehab sekolah yang kondisinya sangat rusak berat itu demi kemajuan siswa.

Kerusakan satu ruangan ini sangat parah dan tidak bisa dipakai lagi. Foto: wi/mhnews.id
“Ibu Bupati, kami pun ingin tersenyum bahagia karena gedung sekolah diperbaiki, seperti guru dan murid SD di Losarang meluapkan kegembiraannya kepada Ibu Bupati karena sekolahnya yang rusak direhab. Momen kegembiraan guru dan murid SD Losarang itu saya lihat di Instagram Ibu Bupati,” tuturnya.
Penulis: Wawan Idris




