Oleh Aisyiah Al Adawiyah, S.Pd., M.Pd.
Penulis adalah Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Supervisor Quizizz untuk Perguruan Tinggi

Civitas akademika Jurusan Bahasa Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi Quizizz untuk guru-guru di SMA Negeri 8 Semarang.

In house training tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan untuk membantu guru memanfaatkan teknologi pada aktivitas pembelajaran melalui aplikasi Quizizz.

Suasana pelatihan di laboratorium bahasa SMAN 8 Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Pelatihan ini diketuai oleh penulis sendiri bersama dua rekan lainnya yaitu Akbar Syamsul Arifin, S.Pd., M.Pd.I., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab, dan Dany Buyung Yudha Prasetya, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Jepang.

Pelaksanaan pelatihan diselenggarakan selama tiga hari yaitu pada hari Senin – Rabu, 19 – 21 Juni 2023 di lingkungan sekolah, tepatnya di Laboratorium Bahasa. Pelatihan ini diikuti 20 guru yang mewakili masing-masing Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pada kesempatan pembukaan acara pelatihan, Kepala SMA Negeri 8 Semarang, Ibu Suparmi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari pengasahan skills bagi para guru agar lebih kreatif lagi dalam mengajar, dan diharapkan ada pelatihan serupa lainnya untuk meningkatkan pengetahuan teknologi para guru.

Sejalan dengan karakteristik Kurikulum Merdeka (KurMer) yang dikutip melalui situs Kurikulum Merdeka, pelatihan ini memfokuskan pada upaya meningkatkan keterampilan para guru dalam penggunaan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) untuk kegiatan pembelajaran.

Peserta pelatihan dan civitas akademika Unnes Semarang. Foto: Dok. istimewa

Pengembangan Soft Skills dan Karakter menjadi karakteristik pertama yang melandasi pelatihan ini.

Melalui penggunaan TIK, guru dapat menciptakan suasana kelas yang berfokus pada siswa (student-centered) dalam menumbuhkan critical thinking (berpikir kritis), collaboration (kolaborasi), communication (komunikasi), dan creativity (kreativitas) yang dikenal dengan 4C.

Kemudian, sesuai dengan karakteristik KurMer berikutnya yaitu Fokus pada Materi Esensial, guru dapat mengkreasikan materi melalui fitur Pelajaran Interaktif Quizizz.

Dengan fitur ini, siswa berfokus pada materi pelajaran yang diberikan, sehingga dapat memahami materi dengan baik dan mencapai kompetensi dasar yang diperlukan.

Kepala SMAN 8 Semarang bersama peserta dan Tim Unnes. Foto: Dok. istimewa

Pembelajaran yang fleksibel sebagai karakteristik KurMer berikutnya menjadi salah satu keunggulan yang terdapat pada Quizizz. Tidak hanya di dalam kelas, kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan secara leluasa dan mandiri oleh siswa di rumah melalui fitur Mode Pekerjaan Rumah Quizizz.

Quizizz sendiri merupakan aplikasi edukasi berbasis game yang memiliki karakteristik permainan seperti avatar, tema, meme, dan musik yang menghibur dalam proses pembelajaran.

Berbeda dengan aplikasi edukatif lainnya, Quizizz memiliki fitur menarik dalam pemberian kuis dan pelajaran kepada siswa yang dapat menghadirkan interaksi antara guru dan siswa baik secara sinkron maupun asinkron.

Adapun pelatihan Quizizz yang diselenggarakan di SMA Negeri 8 Semarang berisikan kegiatan eksplorasi dan implementasi fitur-fitur Quizizz untuk pembelajaran.

Materi pelatihan dibuat secara runtut yang dimulai dari pengenalan Quizizz, membuat akun, eksplorasi kuis publik, simpan kuis sebagai pdf, selenggarakan langsung dan PR, analisis hasil laporan, membuat kuis, menggunakan media dan impor Google Form.

Selanjutnya pengenalan presentasi interaktif, impor presentasi interaktif dari Google Drive/ PowerPoint/ pdf, menambahkan pertanyaan pada presentasi interaktif, dan selenggarakan presentasi interaktif langsung dan PR.

Melalui rincian materi tersebut, diharapkan agar guru-guru dapat memahami dan selanjutnya menerapkan dengan baik Quizizz di kelas.

Quizizz memungkinkan antar siswa untuk saling bersaing dan hal itu dapat memotivasi mereka belajar karena penggunaannya yang tidak benar-benar merasa seperti sedang belajar, melainkan lebih seperti sedang bermain game.

Oleh karenanya, kegiatan pengabdian yang memberikan wawasan pentingnya memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif menjadi perlu.

Kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan pengajar dalam memanfaatkan teknologi melalui pelatihan Quizizz sebagai upaya sadar berteknologi pada era digital. *****