MHNEWS.id.- Beberapa lembaga survei tepercaya akhir-akhir ini menempatkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) berelektabilitas tertinggi demikian juga dengan partainya Gerindra.
Sang Menteri Pertahanan tidak menampik hasil survei tersebut, baik mengenai elektabilitas dirinya maupun partainya. Prabowo mengakui jika partai yang dipimpinnya itu memang sekarang dalam kondisi kuat.
Karena hal ini pula dengan penuh kepercayaan diri, Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan kesiapannya untuk menjadi capres pada pemilu presiden 2024. Terlebih sejak awal Partai Gerindra memang telah menyatakan Prabowo sebagai capresnya.
Setelah mantap nyapres Prabowo Subianto kini mulai mengincar calon wakil presiden (cawapres). Ia pun mengungkapkan kriteria cawapres yang cocok untuk mendampinginya di Pilpres 2024, salah satunya memiliki elektabilitas yang diperhitungkan di papan atas survei.
Prabowo menyebutkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi cawapresnya. Dia mengatakan tokoh tersebut harus berdedikasi kepada rakyat.
“Kriterianya yang paling utama adalah dedikasi kepada rakyat, kemudian komitmen kepada Pancasila, UUD, NKRI, Bineka Tunggal Ika. Itu yang paling utama kan,” kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2023) malam.
Tak hanya itu, Prabowo menyebut cawapresnya harus memiliki kapasitas dan berintegritas. Prabowo juga menginginkan si cawapres memiliki elektabilitas yang diperhitungkan di papan-papan survei.
Melansir detikcom, Jumat (28/4), ada beberapa nama yang melejit di survei elektabilitas calon wakil presiden. Nama-nama yang muncul mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir hingga Mahfud Md.
Pada Rabu, 19 April 2023, Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei elektabilitas bakal cawapres jelang Pilpres 2024. Pengambilan sampel dalam survei ini menggunakan metode multi stage random sampling.
Jumlah responden di tiap provinsi diambil secara proporsional berdasarkan data jumlah penduduk hasil sensus terakhir BPS 2020.
Kriteria responden adalah masyarakat yang telah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Jumlah responden yang ditargetkan sampel adalah sebanyak 1.220 orang.
Namun, total responden dengan response rate 99 persen yang berhasil diwawancara adalah 1.210 orang, karena terdapat kendala teknis di lapangan. Sampel representative jika selisih antara presentase sampel dengan populasi di bawah margin of error. Dengan sampel 1.210 responden, margin of error sebesar +- 2.73 persen.
Elektabilitas cawapres (top of mind)
Sandiaga Uno 11,4 persen
Anies Baswedan 11,3 persen
Ganjar Pranowo 6,2 persen
Erick Thohir 6,0 persen
Ridwan Kamil 5,2 persen
Prabowo Subianto 3,9 persen
Mahfud Md 3,6 persen
Khafifah Indar Parawansa 1,9 persen
Ma’ruf Amin 1,5 persen
Puan Maharani 1,2 persen
Lainnya 4,4 persen
TT/TM 43,4 persen
Adapun survei dilakukan pada periode 31 Maret-4 April 2023 dengan total 1.229 responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD).
RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak dan dilanjutkan wawancara telepon. Margin of error survei ini sekitar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Penulis: Wawan Idris




