mhnews.id.- Apa jadinya kalau biaya hidup terus membengkak sementara pekerjaan tidak punya, uang pun terus menipis bahkan habis, dan negara bahkan tidak berdaya mengatasinya? Bencana, adalah jawabannya. Bencana kemanusiaan tepatnya.
Inggris dan negara-negara Eropa lainnya sejak sebulan terakhir mengalami krisis yang dalam. Hal ini dipicu wabah Covid-19 dua tahun lama dan ekonomi belum bisa pulih, serta dampak nyata perang Ukraina dan Rusia.
Akibat krisis ini kini di Inggris tengah dilanda bencana kemanusia, salah satunya semakin banyaknya kaum perempuan yang menjadikan dirinya Pekerja Seks Komersial (PSK). Mereka terpaksa melacurkan diri demi mampu membayar tagihan listrik dan sesuap nasi.
Data terbaru English Collective of Prostitution menunjukkan perempuan Inggris yang memilih untuk menjadi PSK dilaporkan meningkat. Peningkatan ini didorong oleh krisis biaya hidup akibat inflasi yang mencapai 10% atau tertinggi dalam 40 tahun.
Melansir cnbcindonesia, selain Inggris, fenomena serupa muncul juga di Korea Utara. Melansir Radio Free Asia, pihak berwenang Korea Utara berusaha keras untuk mencegah peningkatan pesat prostitusi di kota-kota besar negara itu yang disebabkan tekanan ekonomi yang kian kuat.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pun dilaporkan telah memerintahkan pihak berwenang untuk bertindak mencegah prostitusi menyebar di negara itu, bahkan dengan tindakan keras.
“Tindakan keras dimulai ketika seorang pejabat pusat di Pyongyang mengajukan proposal setelah dia melihat beberapa wanita menawari pria di jalan untuk prostitusi di malam hari,” kata sumber yang berbicara dengan syarat anonim untuk alasan keamanan, dikutip Sabtu (24/9/2022).
“Kim Jong Un menandatangani proposal pejabat dan memerintahkan Departemen Jaminan Sosial dan Liga Pemuda Patriotik Sosialis untuk mengambil tindakan,” katanya.
Meskipun ilegal, prostitusi umumnya ditoleransi di Korea Utara, dengan tindakan keras sesekali oleh otoritas lokal yang mencari suap dari mereka yang mereka tangkap.
Sebelumnya, peningkatan angka PSK juga pernah terjadi di negara-negara yang mengalami krisis ekonomi. Sri Lanka mencatat kenaikan 30 persen pada jumlah wanita yang menjadi PSK. Hal ini juga dimotori oleh krisis kebutuhan.
Mereka dilaporkan terpaksa melakukan itu demi mendapatkan makanan dan obat-obatan untuk keluarganya. Mayoritas PSK berasal dari industri tekstil. Ini terkait hilangnya banyak pesanan dari luar negeri, sekitar 10 persen-20 persen, karena krisis ekonomi.
Masalah terkait pengupahan PSK juga menyeruak di Afrika. Tahun lalu, mi instan asal Indonesia yakni Indomie sebagai alat transaksi seks di Ghana.
Penulis: Wawan Idris




