MHNEWS.id.- Figur calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (pilpres) tahun 2024 mendatang sangat strategis, memiliki peras besar, dan bahkan dapat menjadi penentu kemenangan.

Begitu besarnya pengaruh sosok cawapres dalam menentukan kemenangan, para pengamat pun kerap mengatakan, pilpres 2024 ini sebagai ajang kontestasi atau pertarungan figur atau tokoh cawapres.

Karenanya, capres yang memiliki elektabilitas tinggi pun bisa dengan mudah kalah jika salah memilih pasangannya alias cawapres. Demikian juga sebaliknya, capres yang tidak diunggulkan bisa menang karena faktor cawapresnya.

Lembaga survei Poltracking, misalnya menyatakan Prabowo Subianto memenangkan pilpres 2024 bila berpasangan dengan Erick Thohir. Cawapres Erick menjadi penentu kemenangan Prabowo, sebab saat dipasangkan dengan figur berbeda mengalami kekalahan.

Melansir kompas.com, Poltracking membuat simulasi memasangkan Prabowo dengan Erick Thohir. Hasilnya, pasangan ini unggul dengan nilai elektabilitas tertinggi 32,7 persen.

“Prabowo-Erick, 32,7 persen. Ganjar-Ridwan Kamil 30,2 persen juga tipis ini, di margin of error. Anies Baswedan-Khofifah 20,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam rilis survei, Jumat (28/4/2023).

Pada simulasi lainnya, pasangan Prabowo-Erick juga unggul apabila dihadapkan dengan pasangan Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno. Pada simulasi ini, pasangan Prabowo-Erick memiliki elektabilitas sebesar 30,3 persen, berhasil mengalahkan pasangan Ganjar-Sandi yang elektabilitasnya 28,4 persen.

Prabowo-Erick juga mengalahkan pasangan Anies-AHY yang elektabilitasnya 21,9 persen. Sementara itu, Ganjar akan unggul jika dipasangkan dengan Erick Thohir. Pasangan ini memiliki elektabilitas 30,4 persen.

Ganjar-Erick unggul dibandingkan Prabowo-Muhaimin Iskandar yang elektabilitasnya 30,2 persen. Ganjar-Erick juga unggul dibandingkan pasangan Anies-AHY yang elektabilitasnya 20,3 persen.

Lalu, jika Prabowo dipasangkan dengan Airlangga Hartarto maka unggul dibandingkan pasangan lainnya. Elektabilitas pasangan ini mencapai 28,8 persen, unggul tipis dibandingkan pasangan Ganjar-Sandi, yaitu 28,3 persen.

Prabowo-Airlangga juga mengalahkan pasangan Anies-Chairul Tanjung yang elektabilitasnya hanya mencapai 19,7 persen. “Jadi, Anies kami bikin simulasi bergantian, (dipasangkan) Khofifah, AHY dan Chairul Tanjung,” terang Hanta.

“Kemudian, Ganjar dengan Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir. Prabowo (dipasangkan) dengan Airlangga dan Erick Thohir, dan dengan Muhaimin Iskandar,” sambung dia.

Sebagai informasi, survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden survei 1.220 orang dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan secara wawancara tatap muka langsung dengan responden terpilih pada Februari, Maret, dan April 2023.

Penulis: Wawan Idris