mhnews.id.- Begitu besarnya rasa cinta dan tanggung jawab Presiden Joko Widodo kepada warga korban Gempa Cianjur sampai-sampai sesibuk apa pun tetap memprioritaskan penanganan pasca musibah terssbut.
Ya, Presiden Joko Widodo setidaknya sudah tiga kali mengunjungi lokasi gempa. Pada hari ini, Senin (5/12/2022) orang nomor satu di Indonesia itu kembali ke Cianjur.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat ini dengan menggunakan jalur darat.
Dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden, dalam kunjungan untuk ketiga kalinya ini, Jokowi hendak memastikan proses rekonstruksi bangunan terdampak gempa dimulai.
Selain itu, Presiden Jokowi juga ingin memastikan bahwa bantuan kemanusiaan menjangkau seluruh korban terdampak gempa. Ada sejumlah titik yang rencananya akan dikunjungi oleh Kepala Negara dalam kesempatan kali ini.
Di antaranya, posko penanganan bencana hingga beberapa lokasi terdampak gempa lainnya, serta meninjau lokasi pembangunan rumah khusus tahan gempa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Cianjur.
Saking padatnya jadwal kegiatan, usai melakukan kunjungan ke Cianjur, Presiden Joko Widodo akan kembali ke Istana Merdeka, Jakarta pada Senin sore.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja kali ini adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Sebelumnya, Jokowi telah dua kali mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur, yakni pada 22 November 2022 dan pada 24 November 2022. Dalam kedua kunjungan itu, Jokowi juga menempuh perjalanan darat.
Kepala Negara saat itu memastikan kondisi korban terdampak telah mendapat penanganan yang tepat. Selain itu, Jokowi juga memastikan proses evakuasi korban yang masih tertimbun material dan longsor akibat gempa berjalan secepatnya.
Penulis: Wawan Idris




