MHNEWS.id.- Semasa kepemimpinan Presiden Joko Widodo hutang negara disebut-sebut membengkak dan terus menggunung. Lalu untuk apa utang itu digunakan pemeritah?
Kementerian Keuangan menjelaskan utang pemerintah telah bertambah Rp 5.125,1 triliun. Penambahan utang itu terjadi pada periode 2015-2022 yakni selama era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkap jumlah utang tersebut lebih rendah dibandingkan belanja negara untuk sejumlah keperluan prioritas.
“Manfaat melebihi utang. Sepanjang 2015-2022, penambahan utang sebesar Rp 5.125,1 triliun masih lebih rendah dibandingkan belanja prioritas,” katanya dikutip dari Twitter pribadinya @prastow, ditulis, Senin (5/6/2023).
Adapun belanja negara prioritas digunakan untuk perlindungan sosial atau bansos, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, nilainya Rp 8.921 triliun. Jadi, saat utang bertambah tetapi dana yang digelontorkan untuk kepentingan masyarakat sangat tercukupi bahkan lebih.
Dalam foto yang diunggah Prastowo di Twitter pribadinya @prastow, manfaat utang untuk kebutuhan rakyat. Ada pengunaan utang selama periode 2015-2022 rinciannya sebagai berikut:
Pertama, untuk bansos Rp 1.528,47 triliun
Kedua, kesehatan Rp 1.138,35 triliun
Ketiga, infrastruktur Rp 2.768,99 triliun
Keempat, pendidikan Rp 3.485,08 triliun.
Prastowo juga mengungkap pertumbuhan aset di Indonesia yang nilainya juga melebihi utang pemerintah. Ia mengatakan hal ini menunjukkan pembangunan infrastruktur terus menjadi salah satu prioritas sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi.
“Selain itu, utang juga digunakan untuk ketersediaan sarana pendidikan dan kesehatan untuk mendukung pembangunan kualitas SDM (sumber daya manusia),” jelasnya.
Penulis: Wawan Idris




