ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Tidak ada hari dalam hidup Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam yang berlalu tanpa makna.
Pada tulisan sebelumnya diuraikan tiga kebiasaan Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam. Berikut ini rutinitas Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam lainnya yang dapat menjadi amalan kita sehari-hari.
4. Bekerja dan Melayani, Bukan Dilayani
Meski beliau adalah pemimpin umat, Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam tidak hidup seperti raja. Beliau menjahit sandalnya sendiri, memerah susu, membantu pekerjaan rumah.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Beliau membantu keluarganya di rumah, dan jika waktu shalat tiba, beliau keluar untuk shalat.” . Malaikat pun kagum—karena kemuliaan beliau tidak pernah membuatnya tinggi hati.
5. Memuliakan Manusia dengan Akhlak, Bukan Kekuasaan
Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam selalu menyapa lebih dulu, tersenyum, mendengarkan dengan penuh perhatian. Tidak ada yang merasa kecil di hadapan beliau.
Beliau bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” . Malaikat pun mencatat setiap senyum sebagai amal yang bernilai di sisi Allah.
6. Menjaga Lisan dan Memaafkan Tanpa Syarat
Tidak pernah keluar dari lisan Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam kata-kata kasar, meski kepada musuhnya. Saat disakiti, beliau memilih mendoakan.
Allah Azza wa Jalla berfirman: “Dan sungguh, engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” . Malaikat pun terdiam—karena manusia yang paling disakiti justru paling banyak memaafkan.
7. Malam Kembali Menjadi Milik Allah
Ketika malam kembali turun, Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam mengakhiri hari dengan istighfar, dzikir, dan doa untuk umatnya—umat yang bahkan belum lahir.
Beliau bersabda: “Umatku, umatku…” . Malaikat pun mencatat doa itu dengan tinta cahaya—karena tidak ada Nabi yang mencintai umatnya seperti Muhammad Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam.
Rutinitas Rasulullah Sholallohu alaihi wa sallam tidak dipenuhi kemewahan, tetapi dipenuhi cahaya. Tidak penuh kesibukan dunia, tetapi penuh kehadiran Allah.
Inilah rutinitas yang membuat malaikat kagum: bukan karena beliau Nabi, tetapi karena beliau hamba Allah yang paling sempurna dalam penghambaan.
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian…” .
Semoga Allah menanamkan cinta untuk meneladani rutinitas beliau dalam hidup kita—meski hanya sedikit, namun istiqamah. (selesai)
Penulis: Wawan Idris



