DARI Abu Mundzir, Ubay bin Ka’ab RA mengatakan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan mengumpat angin. Jika kalian diterpa angin kencang dan tidak menginginkannya, bacalah doa.”
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Q.S. Al-Hajj: 5)
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla dan hadits tersebut seharusnya memang tidaklah mengumpat atau mengeluh saat hujan turun, tetapi berdoalah. Sebab salah satu waktu mustajab doa adalah saat turun hujan. Berikut ini doa sesuai sunnah yang dapat kita amalkan saat hujan turun.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika turun hujan, beliau membaca doa:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allahumma shayyiban naafi’an (Ya Allah turunkanlah hujan yang memberikan manfaat).” (H.R. Bukhari no. 1032)
Doa ketika hujan sangat lebat:
اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allaahumma ‘alal aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy-syajari.
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (H.R. Bukhari no. 1014).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ
Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi
Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan. (H.R. Muslim Nomor 899, At Tirmidzi Nomor 3449).
Penulis: Wawan Idris




