MHNEWS.id.- Kualitas udara di Jakarta sudah tidak baik bahkan dapat dikatakan buruk sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat.
Menurut laporan IQAir, sebuah situs pemantau kualitas udara, tingkat polusi udara di Jakarta saat ini dinilai tidak sehat.
Situs tersebut menunjukkan, konsentrasi partikulat (PM2.5) di Jakarta berada di angka 76 mikrogram per meter kubik atau 15,2 kali lipat dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Desain IKN di Kalimantan. Foto: Dok. Setneg
Menyikapi hal itu, Presiden Joko Widodo menyatakan, pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan salah satu solusi mengatasi masalah polusi yang melanda Jakarta.
Menurut Jokowi, polusi di Jakarta bakal berkurang ketika sebagian beban Jakarta dipindahkan ke IKN yang terletak di Kalimantan.
“Salah satu solusinya adalah mengurangi beban Jakarta sehingga sebagian nanti digeser ke Ibu Kota Nusantara,” kata Jokowi seusai meresmikan Indonesia Arena di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (7/8/2023).
Jokowi melanjutkan, pembangunan moda transportasi massal seperti mass rapid transit (MRT) dan light rapid transit (LRT) untuk semua rute juga harus diselesaikan demi mengurangi polusi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mendorong pemakaian kendaraan listrik sebagai salah satu solusi mengurangi polisi di Jakarta.
Jokowi mengakui urusan polusi memang telah menjadi masalah menahun di Jakarta. “Polusi itu tidak hanya hari ini, sudah bertahun-tahun kita alami di ibu kota,” kata dia.
Selain masalah kualitas udara, Ibu Kota Jakarta juga menghadapi masalah lingkungan lainnya, termasuk penataan kabel listrik, telpon, internet, dan sejenisnya.
Diketahui, akibat kabel yang bergelantungan di mana-mana menimbulkan korban jiwa dan nyawa. Belum lagi lagi segi estetika lingkungan perkotaan yang menjadi sangat kumuh dan semerawut.
Di IKN, Kalimantan kabel sudah dirancang berada di bawah tanah sehingga tidak lagi ada yang bertebaran di atas (udara). Degan demikian keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota ke IKN menjadi solusi yang tepat.
Penulis: Wawan Idris




