MHNEWS.id.- Popularitas istri capres nomor 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh dinilai banyak kalangan semakin tinggi sehingga masyarakat pun sangat mudah mengenali di mana pun berada.
Salah satu buktinya, saat Atikoh beristirahat di Rest Area Km 234 A Tol Bakauheni-Kayu Agung, Way Serdang, Mesuji, Lampung dalam perjalanan safari politiknya, ia langsung dikerubuti masyarakat yang sama-sama sedang istrirahat.
Peristiwa yang sama juga terjadi saat Atikoh beristirahat di Tol Bakauheni-Kayu Agung, Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Di Rest Area Km 311 itu, Atikoh berdialog dengan warga yang bekerja sebagai petani yang mengeluh soal kelangkaan pupuk bersubsidi.
“Hampir seluruh petani di Indonesia, bagaimana mereka kesulitan mengakses pupuk bersubsidi,” kata Atikoh menjawab keluhan Zaelani, Kamis (11/1/2024).
Atikoh menyebut para petani khawatir jika membeli pupuk non-subsidi yang harganya bisa 2 sampai 3 kali lipat. Kekhawatiran didasari harga hasil tani yang tak menentu.
“Soalnya kalau pakai pupuk yang tidak bersubsidi, harganya bisa 2 hingga 3 kali lipat. Tentu ini sangat memberatkan, apalagi ketika panen harganya anjlok,” ujar Atikoh.
Atikoh kemudian bercerita ketika Ganjar masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng), yang sering menerima keluhan serupa. Bahkan, kata Atikoh, suaminya sempat menelepon pemerintah pusat agar jumlah pupuk subsidi ditambah, akan tetapi tak menemui hasil.
“Ketika Mas Ganjar masih di Jawa Tengah, masih Gubernur Jawa Tengah itu, selalu menerima keluhan terkait dengan pupuk subsidi, kok, sulit banget, sulit sekali. Jadi telepon ke pusat, ternyata memang kuotanya dikurangi,” jelas Atikoh.
Atikoh mengatakan keluhan soal akses pupuk bakal diselesaikan paslon Ganjar-Mahfud melalui KTP Sakti. Sebab, bakal ada pembenahan data petani penerima pupuk subsidi melalui program tersebut.
Atikoh juga menyebutkan, Ganjar-Mahfud berencana membangun pabrik pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani.
“Kemarin Mas Ganjar sudah sampaikan, jadi ini bukan statement saya ya, sudah sampaikan kalau memang kebutuhannya tidak cukup dari pabrik lokal nanti secara bertahap membuat pabrik pupuk baru ya,” kata Atikoh.
Dia mengutarakan sang suami berniat membangun 3 pabrik pupuk baru secara bertahap jika terpilih menjadi presiden di Pilpres 2024. Dia mengatakan pabrik yang kini sudah ada juga terkendala bahan baku.
“Kemungkinan kemarin kalau tidak salah 3 ya, kepinginnya ada 3 pabrik baru, tetapi itu juga bertahap. Sebetulnya kita juga memiliki pabrik banyak, permasalahannya adalah mungkin dari sisi bahan bakunya, kita kan bisa alternatif-alternatif,” imbuhnya.
Penulis: Wawan Idris




