MHNEWS.id.- Istri capres nomor 3, Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mengatakan pendidikan di pesantren mencangkup pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis.
“Pengembangan pendidikan di pesantren itu lengkap, meliputi potensi intelektual, emosional, phisik, sosial, estetika, dan spiritual,” kata Siti Atikoh di Ponpes Tarbiyatus Salafiyah, Probolinggo, Jatim.
Siti Atikoh sowan ke Ponpes Tarbiyatus Salafiyah Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti istigosah sekaligus meminta restu dan doa dari kiyai di pondok pesantren untuk kemenangan pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 14 Februari 2024 mendatang.
Melansir detikcom, Siti Atikoh tiba di Popnpes Tarbiyatus Salafiah pada Kamis (25/1/2024) malam. Ia disambut meriah oleh para santri. Satu persatu Santri itu pun bersalaman dengan Atikoh.
“Ada beberapa alasan saya sowan. Yang pertama untuk silaturahmi. Agar saling mengenal. Yang kedua untuk meminta doa restu dan tadi juga sudah didoakan pak kiai. Yang ketiga ini kita menjalin komunikasi,” kata Atikoh di Ponpes Tarbiyatus Salafiyah, Probolinggo, Jatim.
Dalam acara istigasah, Atikoh berbicara mengenai pendidikan santri di pesantren. Menurutnya, pendidikan di pesantren mencangkup pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis.
Dikatakan pendidikan di ponpes sangat lengkap, meliputi potensi intelektual, emosional, phisik, sosial, estetika, dan spiritual. Sebab, katanya, pendidikan tersebut akan dibawa hingga dewasa.
“Di pesantren tidak hanya dididik dari sisi agama, tidak hanya menghafal seluruh juz alquran, tetapi disini pendidikannya sangat holistik,” ujarnya.
“Mulai dari adabnya seperti apa, akhlaknya, ketika adik-adik memberi salam kepada yang lebih senior, menghormati senior, apalagi kepada pak kiai, bu nyai, ini adalah adab yang akan kita bawa sampai dewasa,” imbuhnya.
Sebelum menutup sambutannya, Atikoh mengingatkan santri untuk selalu mendoakan orang tua dan guru-guru mereka. Termasuk mendoakan bangsa Indonesia agar selalu damai terlebih pada Pemilu 2024 mendatang.
“Dan tentu saja selalu mendoakan orang tua, mendoakan Pak kiai dan bu nyai, mendoakan bangsa dan negara juga agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai sejahtera, sehingga warga masyarakatnya bisa bahagia,” pungkasnya.
Penulis: Wawan Idris




