MHNEWS.id.- Narasi perubahan yang ditawarkan politisi untuk mengoreksi program pemerintahan Presiden Joko Widodo terus bergulir dan ditanggapi pro-kontra berbagai kalangan, termasuk netizen.
Calon wakil presiden (cawapres) nomor 3, Mahfud Md. yang berpasangan dengan capres Ganjar Pranowo pun turut memberikan tanggapan saat terhadap isu yang sedang trending tersebut.
Mahfud yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) memilih jalan perbaikan, bukan sekadar melanjutkan dan mengubah kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Kita memilih jalan perbaikan, melanjutkan, dan memperbaiki,” kata Mahfud di Menteng, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Menurut dia, perubahan dan keberlanjutan tidak bisa dikotak-kotakkan karena ada hal yang perlu diubah dari pemerintahan Jokowi dan ada juga yang harus dilanjutkan.
Mahfud mengatakan, ketidaksukaan terhadap pemerintah semestinya tidak membuat hal yang sudah berjalan baik dibuang begitu saja.
Di sisi lain, pemerintahan mendatang juga mesti mengambil hal baru untuk mengganti yang lama dan sudah dianggap kotor.
“Nah, itu cara kita berjuang sehingga tidak frontal memotong yang sudah berjalan, tetapi juga tidak membabi buta pokoknya dilanjutin saja. Enggak bisa, harus dievaluasi, terutama dibuat pentahapan-pentahapan dan penyesuaian-penyesuaian dengan kebutuhan baru,” ujar Mahfud.
Ketika ditanya soal aspek apa yang bakal ia perbaiki ketika terpilih, Mahfud menyebut akan memperbaiki akhlak dan hukum di Indonesia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun mengeklaim bahwa kepuasan publik terhadap sektor penegakan hukum sudah tinggi menurut hasil survei Litbang Kompas.
Nanti kita perbaiki lagi, apa yang kemarin ada kendala ya kita buka sehingga menjadi lebih bagus lagi,” kata Mahfud.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengusung narasi perubahan dalam kampanyenya.
Penulis: Wawan Idris




