mhnews.id.- Ada pemandangan yang tak biasa pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu Jumat, 7 Oktober 2022 ini. Selain suasana yang meriah, pada Paripurna kali ini di jajaran kursi pimpinan dewan juga hadir Bupati Indramayu dan Wakil Bupati.
Pada Sidang Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, S.H. dengan didampingi seluruh unsur pimpinan lainnya dan dihadiri seluruh anggota dewan, kehadiran Wakil Bupati Lucky Hakim memang menjadi perhatian khusus berbagai kalangan.
Ya. Paripurna Hari Jadi ke-495 Indramayu ini memang sangat istimewa. Betapa tidak, kedua Pemimpin Indramayu, Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati Lucky Hakim yang hampir dua tahun tidak pernah terlihat bersama dalam berbagai kegiatan resmi kenegaraan kini dipersatukan kembali.
Sangat diharapkan hari jadi ke-495 benar-benar menjadi momentum bagi keduanya merajut kembali kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan Indramayu. Masyarakat rindu keduanya kembali menjadi pasangan ideal sebagaimana diperlihatkan pada saat awal-awal menjabat.
Kebersamaan dan kekompakan keduanya akan menjadi contoh yang sangat baik, menginspirasi, dan spirit bagi masyarakat. Sebagaimana awalnya, keduanya diharapkan bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi kemajuan Indramayu.
Sebagai pemimpin milenial, Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati, Lucky Hakim yang besar dan berkiprah di kota, tingkat nasional tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat Indramayu yang berbasis kedaerahan atau bisa disebut ‘ndesa’ yang identik dengan serba ‘keterbatasan’.
Itulah sebabnya saat Nina-Lucky yang orang kota terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati, masyarakat Indramayu menyandarkan harapannya akan ‘kekotaan’ keduanya. Masyarakat berharap budaya kota yang melatari keduanya bisa mengubah ‘wajah’ Indramayu yang ‘ndesa’ agar menjadi kota.
Harapan ini akan terus disandarkan kepada keduanya, bukan hanya kepada Nina atau hanya kepada Lucky. Sebab, sesuai peraturan perundangan yang menjadi pemimpin Indramayu adalah Bupati dan Wakil Bupati, Nina-Lucky.
Dalam dua tahun kepemimpinan Nina-Lucky memang banyak prestasi yang berhasil diraih. Ini menjadi bukti kalau Nina-Lucky memang bisa membawa Indramayu ke arah yang lebih baik. Namun demikian harapan masyarakat terhadap keduanya sebagai pemimpin milenial begitu besar.
Di hadapannya masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Angka kemiskinan yang masih tinggi, 13 persen. Status angka kemiskinan sebesar itu membuat Indramayu termasuk daerah dengan kemiskinan ekstrem.
Penataan dan perbaikan wajah perkotaan juga menanti tangan dingin Nia-Lucky. Sebagai pemimpin milenial berwawasan kota, tentu mengubah wajah perkotaan Indramayu yang hanya ‘sekepal’ tidak sulit, bahkan sebaliknya sangat mudah, semudah ‘mengubah warna’.
Berkenaan dengan rangkaian acara, menilik dari agendanya, peringatan hari jadi ke- 495 Indramayu sangat luar biasa. Kreativitas panitia penyelenggara yang mampu mengemas rangkaian acara menjadi sebuah tontotan dapat menjadi penawar kerinduan masyarakat yang haus akan hiburan.
Indramayu Expo yang lebih terorganisir dan kehadiran sejumlah artis ibu kota dipastikan akan menjadi ajang promosi sekaligus hiburan bagi masyarakat. Selamat hari jadi ke-495 Indramayu. “Pulih dan Bangkit Pasca Covid dengan Ketahanan Pangan, Budaya dan Ekonomi Kreatif”.
Penulis: Wawan Idris




