MHNEWS.id.- Penggerak Jaminan Sosial Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kendry Juhaedi, mengajak warga untuk sadar terhadap berbagai program pemerintah yang menguntungkan masyarakat.
Program pemerintah itu antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Program tersebut ada dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
“Karena itu kan program pemerintah yang harus kita sukseskan,” kata salah seorang tokoh masyarakat Desa Tugu Kidul ini saat sosialisasi tentang JKK dan JKM, di kantor Kuwu Desa Tugu Kidul, Senin (9/10/2023).
Ia menjelaskan ajakannya itu terutama bagi masyarakat yang bekerja tidak menerima upah. Mereka nantinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan golongan Bukan Penerima Upah (BPU).
Dikatakan, peserta BPJS Ketenagakerjaan golongan BPU tersebut dikenakan iuran Rp 16.800 per bulan. Informasi tersebut penting disampaikan agar masyarakat dengan berbagai kriteria pekerja BPU mengetahui untuk kemudian tersadar tentang pentingnya JKK dan JKM.
“Saya juga siap membantu membayar iuran bagi petani dan pedagang yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan golongan BPU yang memang mereka layak untuk dibantu,” kata Bacaleg Partai Gerindra Dapil 3 Indramayu ini.
Sementara itu, Ketua Penggerak Jaminan Sosial Kabupaten Indramayu, Dadi Carmadi mengapresiasi upaya Kendry Juhaedi dalam mengajak masyarakat untuk memberikan proteksi warga dalam hal JKK dan JKM.
Apresiasi itu ditujukan atas peran aktif Kendry Juhaedi yang telah bekerja keras mendorong masyarakat untuk sadar terhadap program pemerintah yang positif tersebut. “Saya juga berharap masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, dilakukan serah terima santunan JKM sebesar Rp 42.000.000 kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan golongan BPU.
Secara simbolis, santunan tersebut diserahkan Kendry Juhaedi kepada H. Surli selaku ahli waris atau suami dari Almarhumah Hj. Wirminah, peserta BPJS Ketenagakerjaan BPU yang telah meninggal dunia belum lama ini.
Diketahui, Almarhumah Hj. Wirminah bekerja sebagai petani. Ia meninggal dunia dunia usai bekerja di sawah yang kemudian telah melewati ikhtiar atas sakit yang dideritanya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




