MHNEWS.ID.- Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lahan pertanian.
Hal itu ditegaskan Bupati Indramayu, Lucky Hakim saat melakukan Zoom Meeting Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah dan Mitigasi Bencana dalam Rencana Tata Ruang di Pulau Jawa.
Zoom meeting yang dilaksanakan di Indramayu Command Centre (ICC), Rabu (11/2/2026) diinisiasi Direktorat Jenderal Tata Ruang (Ditjen Tata Ruang) Kementerian ATR/BPN.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan langkah konkret pengendalian pemanfaatan ruang.
Dikatakan Bupati Lucky, sebagai salah satu lumbung padi nasional, Indramayu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga produktivitas sawah dari tekanan alih fungsi.
Pemerintah daerah, kata Lucky terus melakukan penguatan regulasi dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang agar tetap selaras dengan dokumen rencana tata ruang yang berlaku.
“Kami berupaya memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan lahan sawah produktif. Tata ruang harus menjadi panglima dalam setiap perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya.
Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya sinkronisasi antara rencana tata ruang nasional, provinsi, hingga Kabupaten/Kota.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan perlindungan lahan sawah dan mitigasi bencana tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dan saling menguatkan.
Sedangakan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan, Pulau Jawa memikul beban pembangunan yang sangat tinggi.
“Beban itu baik dari sisi pertumbuhan penduduk, kebutuhan infrastruktur, maupun tekanan alih fungsi lahan yang terus meningkat,” ujarnya.
Penulis: Wawan Idris




