ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Ceramah ustadz yang provokatif jauh lebih berbahaya daripada mengangkat senjata.
Pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah lebih berbahaya dengan lisan daripada dengan senjata. Para ulama atau ustadz yang memberikan ceramah provokatif kepada para pengikutnya adalah salah satu contohnya.
Saat ini banyak sekali orang-orang khususnya para da’i yang meremehkannya. Mereka menganggapnya biasa dan bukan merupakan pembangkangan. Bahkan mereka menganggap komentar dan pernyataan mereka itu jelas maslahatnya bagi pemerintah.
Dikutip dari Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan dalam almanhaj.or.id., sebagian para da’i, ustadz, atau ulama memang melakukan hal itu dengan i’tikad yang baik. Mereka beranggapan bahwa pembangkangan itu hanyalah dengan senjata saja.
Padahal pembangkangan itu tidak hanya dilakukan dengan senjata atau dengan tindakan-tindakan anarkis yang biasa dikenal, bahkan pembangkangan lewat kalimat lebih berbahaya daripada pembangkangan dengan senjata.
Karena pembangkangan dengan senjata hanyalah akibat dari pembangkangan lewat kalimat. Kami katakan sejujurnya kepada saudara-saudara kami yang terbakar semangatnya, kami menganggap mereka punya niat baik insya Allah.
Namun hendaknya mereka jangan terburu-buru dan tahan dirilah sedikit! Sebab sikap keras dan ekstrim mereka itu akan menumbuhkan sesuatu yang negatif dalam hati mereka.
Hati mereka sebenarnya masih polos dan hanya mengenal sentimen emosional. Sebagaimana tindakan mereka itu juga akan membuka pintu bagi oknum-oknum yang punya kepentingan pribadi untuk berkomentar. Melontarkan segala uneg-unegnya, baik itu haq maupun batil!
Tidak diragukan lagi bahwa pembangkangan lewat kalimat, tulisan, maupun ceramah atau tabligh-tabligh akbar bertujuan memprovokasi massa, jelas merupakan cara yang tidak sesuai dengan syariat. Saya yakin, hal itu adalah cikal bakal pembangkangan dengan senjata.
Jika hal itu telah kita ketahui barulah kita mengerti bahwa pembangkangan lewat kalimat atau melalui sarana-sarana informasi untuk memprovokasi massa dan membangkitkan amarah mereka adalah sebab berkobarnya fitnah di dalam hati.
Penulis : Wawan Idris
Sumber: almanhaj.or.id




