AMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Peliharalah diri kita dari kemungkinan menjadi penyebab sesama Muslim atau sesama hamba Allah Azza wa Jalla mendapatkan kesedihan.

Penting disadari bahwa kadang dalam pergaulan sehari-hari kita tak sengaja bercanda yang membuat teman atau oarng lain menjadi sedih. Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

Jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih. (H.R. Bukhori no. 6290 dan Muslim no. 2184).

Sekedar berbisik bila membuat saudaranya sedih saja dilarang. Ini menunjukkan bahwa Islam begitu menjaga perasaan penganutnya dan menginginkan kebahagiaan dalam hati setiap insan.

Sebaliknya, jadikanlah diri kita sebagai hamba yang dapat membuat sesama Muslim atau sesama hamba Allah Azza wa Jalla mendapatkan kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, dan kebaikan.

Jadikanlah diri kita menjadi sumber kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, dan kebaikan walau sekecil apa pun. Dapat membahagiakan sesama Muslim, terutama kedua orang tua merupakan perilaku yang mulia.

Bahkan Allah Azza wa Jalla senang melihat tanda-tanda bahagia itu tampak dalam diri kita. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat-Nya pada seorang hamba.” (H.R. Tirmidzi dan An Nasai).

Maka betapa indahnya Islam, agama yang mencintai kebahagiaan dan mengenyahkan duka cita di dunia dan di akhirat. Bersyukurlah atas nikmat Islam! Karena Islam adalah agama yang menginginkan kita untuk senantiasa bahagia.

Wahai saudaraku usirlah kesedihan dari hatimu. Jangan biarkan setan memanfaatkannya. Karena setan selalu mengintai setiap gerak-gerik kita.

Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan, “Sesungguhnya setan mendatangi kalian dalam setiap keadaan kalian. Sampai setan ikut hadir di makanan kalian.” (H.R. Muslim).

Wahai Saudaraku, janganlah bersedih dengan kesedihan yang berlaut karena setiap keinginan, cita-cita, harapan, bahkan kerja keras kita tidak terwujud. Janganlah bersedih karena duniamu! Janganlah bersedih selagi Islam masih kokoh berada di kalbumu.

Dan jika Islam masih kokoh dalah kalbumi, maka sebaliknya bersyukurlah! Karena Islam dapat memberikan sekaligus menjadi sumber kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada tara.

Bersyukurlah atas nikmat Islam. Karena Islam adalah agama yang menginginkan kita untuk senantiasa bahagia. Allah ‘azza wa jalla, Sang Pembuat Syariat ini tak ingin melihat hamba-Nya bersedih hati.

Itulah sebabnya, Islam diturunkan untuk membawa kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan bagi segenap makhluk. Dalam surat Thaha Allah Azza wa Jalla berfirman:

Kami tidaklah menurunkan Al Quran ini kepadamu untuk membuatmu susah.” (Q.S. Thaha: 2). Artinya, Islam diturunkan untuk membuatmu bahagia. (selesai)

Penulis: Wawan Idris